Headlines News :
Home » , , » Pentingan Pancasila Sebagai Dasar Negara dan Prilaku

Pentingan Pancasila Sebagai Dasar Negara dan Prilaku

Written By Bahrun Ali Murtopo on March 7, 2012 | 3/07/2012


Diprediski akan adanya benturan ideology secara real 5- 10 tahun kedepan. Dan mulai saat ini, mulai adanya mesjid-mesjid yang hilang sebagai bentuk peralihan. NU pnya andil dalam mendirikan Indonesia.dan NU berharap, NKRI tetap eksis

Moderator, Salim Wazdy, M.Pd.I

Kholidil ibhar
Di dunia ini telah mengalami beberapa paradok, ehingga dengan adanya arus globalisasi pernik pernik  NKRI akan kabur, karena ini adalah hukum lliberalisasi.kekuatan ekstremisme semakin muncul, semkin kedepan.
Neoliberalisme, bukan puncak budaya dan peradaban, karena munculnya karakter kecil secara bersamaan.adanya kekuatan eksteremisime.sehingga adanya muncunya berbagai ideology.
Sehinnga pancasila nyaris di hilangkan dan mengkristal semkain kkabur.kekuatan glonbalisasi semkain kencang tak menghilangkan kekuatan local, namun mengalihkan pada kekuatan transnasionalisme. Konteks mujahadah n keseriusan kita kalah, walau konteks kelimuan kita sangat banyak dalam hal keislaman. So, identitas menjadi hilang.

ASTROWI (ki ageng ganjur) lesbumi PBNU
Kamal (Mahasiswa KKN Stainu Kebumen)
Minta ijazah yang kaitanya konsep dengan pembumian pancasila….
Jawabanya mas kholidil ibhar      : ijazahnya adalah perlunya penguatan nilai-nilai cultural bangsa, karena selama ni banyak orang berpaham secular tidak bertuhan.
Rahman (dari aceh)
Ada triologi…
1.       Semangat nasional tk mempertahankan pancasila
2.       Perbuatan tuk mempertahankan pancasila
3.       Kekuatan untuk mempertahankan
Jawabanya kholidil idhar: perlyu adanya [enguatan nilai-nilai ketuhanan, jangan melakukan xiskusi dengan orang prang yang tidak bertuhan.
Astrow ngastrowi
Pancasalia adalah ilmu laku, bukan ilmu buku.

Bagaimana meminimalisir krisis sars, karena banyak sekali ketimpangan yang bisa menenggelamkan budaya?
Jawaban dari pak dawam : Perlunya pmebenhan pnacasila secara internalisasi, karenabnyakny perang idelogi dari gerakan transnasionalisasi kebangsaan.

Pertanyaan kedua
Agus nur sholeh
Bagaimana mengimplemnetasikan pancasila dalam kultur tradisional bangsa.
Khamim
Sesaji dan indentitas diri,
Bagaimana menanggapi tentang sesajen sebagai identitas diri orang jawa, padahal hal itu bagian dari tradsi jawa.  Bagaimana  dalam menyikapinya?

Bagaiman kita bisa mengimplementasikan pancasila dalam kehidupan sehari-hari?
Eri listiyani,
Bagaimana konsep penerapan pancasila dalam kontekstualitas, karena konteks keadilan karena sulit di berlakukan di Indonesia.

Jawaban mas astrowi

Pahami objek karaktersitik masyarakat, setelah memhami karakteristik masyarakat baru diterapkan dalam kontesk praktis dalam penerapan pancasila
Kholidil ibhar
Perlunya kesungguhan dalam menerapkan pancasila.karena jika kita membiarkan sama saja kita merelakan untuk menunggu hancurnya pancasila.
Kenalkan metodologi pemikiran islam yang mampu diterapkan dalam konteks keagmaan.(pak dawam)

Pemateri :
1.       Sastrow ngatawi, Ki Ageng Ganjur (Ketua lesbumi (Lembaga seni budaya muslim indonesia)PBNU
2.       Drs H Dawamudin masdar, M.Ag (Ketua FKUB Kab Kebumen)
3.       Drs H Kholidi Ibhar, (akademisi dan dosen Unsiq)
Notulensi Simposium nasional


Ringkasan Seminar
Ketua lesbumi PBNU Sastro Ngatawi mengatakan, pancasisla saripati islam, ibarat isalam sebagi tebu, panca sila gulanya, hal itu di katan matan asisten Al-marhum Gusdur saat menjadi pembicara di acara Pelantiak PMII kebumen dan seminar simposium Nasional “ Menbumikan Lagi Nilai-Nilai Panca Sila Sebgi Karakter Budaya Bangsa” yang bertempat di Aula Sekda Kebumen,

Yang di mododeratori oleh Salamin wahdi Mpd yang mengnampilkan pembicara Drs dawamudin Masdar Mag, yang di awali pelantikan pengurus cabanag Pmii Kebumen, Yang di hadiri staf ahli bbupati, bidang organisasi kemasyrakatan dr H dwi Budi satrio Mkes dan dan wakil ketua DPRD Kebumen , H yusuf Cahyono BSc,  dan Ketua rektor Stainu Kebumen Iman satiby Pdi sampai selesai.

Sastro engatakan pancasila tidak bertentangan dengan islam. Keberadaanya dan tidak hanya untuk di hafalkan saja, tetapi menjadi tata laku dalam kehidupan masyrakat, berbangsa dan bernegara “ Harus ada action konkret,”

Refrensi
Untuk menbumikan lagi pancasila, lanjut dia dengan serategi pengenalan dan pemahaman tradisi serta pemahaman terhadap sejarah, hal itu penting sebagi renfensi dalam prilaku” jika orang tidak paham tradisi dan sejarah, makah jelas akan tergerus oleh namanya globalisasi. Jelas pria yang mengeritik pake balngkon ini.

Dia juga mencontohkan tokoh cokro winoto dan sejumlah tokoh linya yang masuk dalam BPUKI, kendati dia di sekolahkan di luar negri, namun tokoh itu terhadap nasionalisme tokoh tersebut tetap tidak tergerus karena memahami tradisi dan sejarah, begitu juga dengan hasim ashari yang sekolah di timur tengah. Tidak hanya yang sekolah yang di luar negri saja, di dalam negripun banyak yang tergerus.

Bupati buyar winarso Se dalam sambutanya yang tertulis di bacakan oleh Dwi Budi atrio, Mengharapak agara PMII bisa cepat, sigap dan tanggap dalammerespon setiap maslah dan mencarika jalan keluarnya, yusuf cahyuno yang mewakili DPRD Kebumen Ir Budi Hianto Susanto mengajak generasi muda Khusnya PMII untuk mengawal demokrasi dan proses pembangunan di kebumen ( K5-53) Suara Merdeka
Share this post :
 
Support : Creating Website | bahrun grup | simponi
Copyright © 2011. Suara Muda Kebumen - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by cs
Proudly powered by Blogger