Headlines News :
Home » » Festival Seni Tradisi “Kothek Lesung” Meriah

Festival Seni Tradisi “Kothek Lesung” Meriah

Written By Bahrun Ali Murtopo on December 19, 2016 | 12/19/2016

BONOROWO – Sebanyak 12 kelompok seni tradisi gojek atau kothek lesung berpartisipasi dalam Festival Kothek Lesung yang digelar di halaman kantor Kecamatan Bonorowo Kebumen. Festival Lesung yang digelar dalam rangka peringatan 71 Tahun Kemerdekaan RI untuk tahun 2016 menjadi spesial, karena untuk kali ini festival dilaksanakan untuk tingkat kecamatan.
Ke 12 peserta Festival Lesung merupakan kontestan dari 11 desa yang ada di wilayah Kecamatan Bonorowo, ditambah 1 peserta partisipan yang merupakan gabungan Guru TK di wilayah kecamatan setempat. Tiap kelompok kontestan mewakili satu desa, masing-masing dari desa Patukrejo, Ngasinan, Pujodadi, Rowosari, Mrentul, Bojokkidul, Bonjoklor, Balorejo, Tlogorejo, Sirnoboyo dan Bonorowo sendiri.
Camat Bonorowo Gigih Basokayadi, S.Sos mengapresiasi Festival Lesung ini dan ikut mempersiapkan penyelenggaraan festival hingga tingkat kecamatan.
“Dibutuhkan waktu 3 tahun, dari tahap penggalian potensi, motivasi  sampai memfasilitasi hingga mencapai asumsi layak festival tingkat kecamatan”, paparnya. Camat yang memiliki basis keahlian spesifik bidang kesehatan anestesi ini berpomeo “Bona”, akronim dari “Bonorowo Bermakna” dalam memotivasi masyarakat di wilayah kerjanya.
Sebagaimana diketahui bahwa pelaksanaan festival serupa memang rutin digelar setahun sekali, namun sebelumnya hanya dihelat dalam tingkatan desa, dengan peserta perwakilan dukuh. Begitu pula yang pernah digelar di Desa Mrentul dan desa lainnya, pada tahun-tahun sebelumnya.

Penonton itu Apresian Kritis 
Festival yang komposisi tiap kelompoknya didominasi oleh perempuan ini bukan saja nampak meriah dalam perhelatan festivalnya, namun juga memberi manfaat dari aspek pembelajaran dan media ekspresi maupun apresiasi seni yang meningkat di tiap komunitas tradisional yang ada. 
Saat KebumenNews meliput perhelatan festival unik ini, seringkali muncul sorak-sorai spontan yang meskipun meriah namun terkesan aneh karena berkonotasi kritikan. Ketika dikonfirmasi ke massa yang penonton yang memenuhi serambi joglo hingga halaman kantor kecamatan hasil pemekaran wilayah di Kabupaten Kebumen ini; tahulah kenapa sebabnya.
“Iramanya salah, tak kompak”, celetuk penonton menimpali sorak-sorai.
Ini menandakan bahwa antara pelaku seni tradisi Kothek Lesung dan penontonnya berada pada wilayah persepsi yang setara. Meskipun dalam festival ini ada penilaian dari Tim Yuri yang terdiri dari 3 orang, namun penonton juga memiliki bekal pengetahuan dan bahkan skill dasar untuk penilaian kolektif yang menghasilkan penampil faforit… [Kn.04]
Share this post :
 
Support : Creating Website | bahrun grup | simponi
Copyright © 2011. Suara Muda Kebumen - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by cs
Proudly powered by Blogger