Suara Muda
Headlines News :
Home » » Masalah Baru di Tempat Pengungsian di magelang watu congol muntilan

Masalah Baru di Tempat Pengungsian di magelang watu congol muntilan

Written By Bahrun Ali Murtopo on November 13, 2010 | 11/13/2010

Masalah Baru di Tempat Pengungsian.
Saving...
Setelah kemunculan eksodus baru pengungsi Merapi, muncul juga problem lain yang mengiringi masalah pengungsi, yakni adanya masyarakat di sekitar posko-posko pengungsian yang minta sembako ke dapur umum. Fakta ini terjadi, setidaknya selama 5 hari terakhir dan gejalanya, makin hari bakal makin banyak saja. Seperti di Tempat Pengungsian Sementara (TPS) yang berada di bawah jaringan CBDRM-NU Muntilan dan INDIPT Kebumen dalam media di memenuhi kebutuhan pasokan logistiknya.
Menyikapi kenyataan ini, CBDRM-NU yang bermarkas di Kompleks Ponpes Darussalam Watucongol, Gunungpring Muntilan melakukan penambahan paket sembako dalam mendistribusikan pasokan logistik ke dapur umum. Gus Ali, Rabu (10/10) mengkonsolidasikan semua relawan di pesantrennya. Respon cepat terhadap fakta ini adalah dengan menyertakan “paket sembako” yang akan diberikan kepada masyarakat umum di sekitar tempat-tempat pengungsian.
Padahal sudah sejak beberapa hari ini, pihaknya juga memberikan bantuan beras dan sayuran kepada masyarakat yang membutuhkan. Di sisi lain, perluasan dukungan untuk memperoleh pasokan logistik ini harus terus dilakukan.
Masalah Baru, Sampai Kapan ?
Sampai kapan status Merapi normal kembali, sulit dipredisikan. Tetapi fakta bahwa masyarakat sekitar tempat-tempat pegungsian, datang dengan meminta sembako merupakan tambahan beban masalah tersendiri dalam penanganan masalah pengungsi ini.
Menurut Deni Iskandar, koordinator relawan CBDRM-NU Muntilan, tak cukup masalah ini disikapi secara pragmatis dengan menyertakan paket sembako dalam distribusi logistik ke dapur umum pos pengungsian.
“Sumberdaya kita terbatas, pasokan dan juga jumlah relawan”, jelasnya.
            Di sisi lain, keterbatasan sarana distribusi juga masih menjadi kendala. Tetapi respon masyarakat yang telah nyata melakukan langkah kongkret penanganan pengungsi ini butuh dukungan. Termasuk dari pemerintah dan pihak berwenang lain. Rusaknya infrastruktur, yang berdampak gangguan berbagai sektor seperti listrik mati, sarana MCK minim, akses pasar terganggu, sangat rawan menimbulkan ekses yang lebih luas. Apalagi basis pertanian di seputar Merapi telah rusak sama sekali.
            Dan warga masyarakat sekitar pos pengungsian yang muncul di dapur umum untuk minta sembako adalah kenyataan lain yang butuh jawaban konkret.
walau pun sudah kami pasok bantuan 3 tahapan sebanyak 7 truk dari komonitas indipt dari desa indrosari, ayamputih,wanasara, gemeksekti,tambak pergaten.tangul angin dan juga di pasok dari mapala satu mobil,pmii kebumen 2 mobil ,pmii tegal satu mobil,KPI kebuemen 2 mobil,migran cere satu mobil .ini belum seperapa masih kurang banyak kami hanya memasuk bahamn makanan perlegkapan bayi dan perlengkapa ibu-ibu, yang saat ini sangat mendesak perlengkapan alat berat buat bersih lingkungan.
  
             
         
Share this post :
 
Support : Creating Website | bahrun grup | simponi
Copyright © 2011. Suara Muda Kebumen - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by cs
Proudly powered by Blogger