“Apa yang bisa kami berikan untuk
Merapi dan semua mahluk yang ada di sekitarnya?”, begitu pesan pendek Seniman,
sang Ketua Forum Paguyuban Petani Kebumen Selatan (FPPKS) kepada Indipt, pasca
erupsi gunung Merapi, yang diketahui menyemburkan jutaan meter kubik material
vulkanik dari perut bumi.
Banyak. Secara spontan begitu
gemuruh suara dalam hati kami. Apalagi dengan mengingat bahwa ada lebih dari
3000 KK petani di pesisir Kebumen Selatan yang tergabung dalam FPPKS. Suara
hati ini lebih dari
sekedar menggedor-gedor, seiring dengan gelombang tebaran “wedhus
gembel” yang menimbulkan eksodus pengungsi akibat erupsi gunung Merapi yang
susul-menyusul dan seolah masih tak mau berhenti menebar ancaman kematian.
Data teknis jumlah pengungsi
hingga Sabtu, 6 November 2010, jam 13.30 siang sebanyak 202.707 orang. Jumlah
ini tersebar pada 4 kabupaten di seputar gunung berapi paling aktif se dunia
yang meletus sejak Selasa (26/10). Rincian jumlah pengungsi meliputi wilayah
Sleman (56.500 orang), Boyolali (35.593 orang), Klaten (44.776 orang) serta
Magelang (65.838 orang).
Maka dimulailah upaya memobilisir
bantuan kemanusiaan dari kawasan pertanian pesisir selatan Kebumen ini melalui
koordinat desa Setrojenar di rumah seorang kiai kampung Imam Zuhdi itu. Dan
dengan membaca update data teknis jumlah pengungsi serta pertimbangan teknis
distribusinya agar diharapkan merata dan tak terjadi akumulasi bantuan,
akhirnya diputuskan bahwa pada hari Minggu (7/11) distribusi bantuan kemanusiaan
bagi pengungsi Merapi dikirim ke wilayah Magelang.
Ke Posko CBDRM-NU Muntilan
Pengiriman bantuan FPPKS tahap
pertama dikirimkan atas mediasi Indipt ke Posko Pengungsi Merapi di wilayah
Muntilan, yakni posko yang berada di bawah jaringan Ponpes Darussalam
Watucongol Timur, Muntilan, Kab. Magelang. Di dalam jaringan posko bantuan
kemanusiaan ini, Indipt juga mengirimkan beberapa relawan sejak beberapa hari
lalu. Penempatan relawan kemanusiaan ini lebih didasarkan pada realita
kebutuhan obyektif di lapangan.
Menurut informasi di lapangan dan
dari data teknis jumlah pengungsi di wilayah Magelang yang jumlahnya jauh lebih
banyak (65.838 orang) ketimbang wilayah lain. Sementara pasokan distribusi
bantuan kedaruratan terutama pangan ke wilayah ini masih jauh dari mencukupi
kebutuhan dasar sehari-hari. Maka untuk tahap pertama, bantuan kemanusiaan dari
Petani Kebumen Selatan ini didistribusikan ke wilayah ini.

