Suara Muda
Headlines News :
Home » , , » Dokumen TNI Perkuat Dugaan Bisnis di Urutsewu Kebumen

Dokumen TNI Perkuat Dugaan Bisnis di Urutsewu Kebumen

Written By Bahrun Ali Murtopo on May 25, 2011 | 5/25/2011


Eko Widiyanto

KEBUMEN-Kuasa hukum warga Setrojenar, Kecamatan Buluspesantren, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Tim Advokasi Petani Urutsewu Kebumen (Ta-puk), membeberkan adanya dokumen terkait TNI dan rencana penambangan pasir besi di wilayah Urutsewu, Kebumen, Jawa Tengah. Koordinator Tapuk, Teguh Purnomo menduga, bentrokan TNI-warga bermotif bisnis.

"Kami menemukan adanya surat persetujuan pemanfaatan tanah TNI-AD di Kecamatan Mirit, Kabupaten Kebumen untuk usaha per- tambangan pasir besi kepada PT Mitra Niaga tama Cemerlang," kata Teguh, didampingi anggota Tapuk lainnya, Kasran, Yusuf Suramto, dan Umi Mujiarti, Ahad (22/5).
Surat itu, menurutnya, dikeluarkan oleh Kodam IV/Diponegoro tertanggal 25 September 2008 Nomor B/-1461/1X/2008. Sedangkan, yang menandatangani adalah Pangdam IV/Diponegorosaat itu, Mayor Jendral TNI Haryadi Soetanto.
Berdasarkan bukti tersebut, Teguh menilai tindakan kekerasan yang dilakukan aparat TNI terhadap para petani pada April 2011 lalu, tak hanya menyangkut kepentingan latihan militer di kawasan itu.
"Tapi juga ada kepentingan bisnis. Yakni, upaya penguasaan lahan di kawasan Urutsewu agar kegiatan penambangan pasir besi yang diberikan TNI bisa dilaksanakan," katanya.
Anggota Tapuk, Kasran menambahkan, temuan ini sekaligus membantah pernyataan Wakasad Letjen TNI Budiman beberapa waktu lalu, yang menyatakan rumor TNI AD ikut bertanggung jawab dalam penerbitan izin penambangan pasir besi di kawasan pesisir Kebumen adalah tidak benar.
"Temuan dokumen ini membuktikan bahwa kepentingan TNI di kawasan Urutsewu tak hanya menyangkut masalah latihan militer, tapi juga ada kepentingan bisnis."
Kasran menilai temuan ini memperkuat dugaan bentrokan itu tidak murni karena kepentingan latihan TNI. Tapi juga untuk mengamankan kegiatan penambangan pasir besi yang akan dilakukan. Sementara itu, temuan terbaru Komisi Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras), kemarin, membeberkan adanya kehadiran anggota intelpam dari Polres Kebumen sebelum terjadinya tragedi bentrok warga dengan TNI di Kebumen. Koordinator Kontras, Haris Azhar, mengatakan, kehadiran intel Polres Kebumen ini mestinya bisa mencegah terjadinya bentrokan itu.
Terkait adanya anggota intel kepolisian dalam kejadian tersebut, Teguh meyakini bahwa anggota intel ini tentu memiliki banyak data terkait peristiwa 16 April 2011 itu. "Karena itu, kami berharap pihak kepolisian-bisa bersikap proporsional dan profesional dalam menanggapi perkara ini."
Share this post :
 
Support : Creating Website | bahrun grup | simponi
Copyright © 2011. Suara Muda Kebumen - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by cs
Proudly powered by Blogger