Ini bukan fenomena lagi, dari sebagian masyrakat desa yang masih hidup dengan apa adanya, hanya untuk bertahan hidup. Masyrakat ini hanya bisa mengukan lahan yang ada untuk bertahan. karena tantang zaman yang semakin berubah begitu cepat dengan kehidupam kota , yang menuntuk kita mau engga mau harus mengikut perkembangan. Ini yang belum bisa di terapakan oleh masyrakat kecil pedesaan itu enngga siap meng enyam kehidupan ini.hidup makan hanya sikong dan padi bisa di nik mati satu tahun 1x.
Mau engga mau ini jadi tantang pemerintah untuk bisa menyentuh masyrakat di tingkatan terpencil ,yang masih jauh dari per adaban ,masih adan di setiap daerah yang belum bisa menik mati fasilitas pemerintah ,dari listrik air bersih di desa terpencil .seperti kita lihat di daerah sepor, karang gayam masih ada tempat yang masih belum menik mati lampu listrik .tapi di hadapakan dengan keyataan tanyangan zaman yang mengunakan serba cangih. Terburuk juga masyrakat di sana nasibnya ,sampae kapan ini terus bisa bangkait menik amkti kehidupan zaman yang begitu maju.ini yang belum siap dia terima dengan ketrtigalnya.
Yang seperti di nikmati para masyrakat maju yang semakin rumit untuk di majukan ,tapi ini harus di terima olah masyrakat kota . yang hidup serba ada dan serba pusing untuk mengikuti hal itu..? lagi tantang yang dihadapi pemerintah untuk meyipakan mental dari daerah kecil hingga kota .

