suarasurabaya.net| SUSILO BAMBANG YUDHOYONO (SBY) Presiden mengakui di Indonesia ada gerakan radikalisme yang bermotif agama dan ideologi.
Terhadap gerakan ini radikalisasinya yang salah, bukan agamanya. Masyarakat tidak perlu takut belajar dan memperdalam ilmu agama.
Kata presiden, kalau gerakan ini dibiarkan juga akan mengancam karakter dan perilaku bangsa Indonesia.
”Rakyat kita, kantung-kantung rakyat kita, dan elemen generasi muda kita akan dibuat radikal, menyukai kekerasan, melawan hukum dan tindak kejahatan yang mencemaskan. Kalau semua tidak peduli, dalam jangka panjang gerakan ini akan mengubah karakter bangsa Indonesia yang toleran, mencintai kerukunan, dan suka ketenteraman menjadi bangsa yang menyukai kekerasan,” ungkap presiden.
Dilaporkan JOSE ASMANU reporter Suara Surabaya, Kamis (28/04), menurut presiden, berdasarkan hasil penelusuran dan pengakuan sudah ada generasi muda yang menjadi korban radikalisme bermotif agama dan ideologi ini.
Menyikapi pernyataan presiden tentang radikalisasi bermotif agama dan ideologi, KH SAID AGIL SIRAJ Ketua Umum PBNU mengatakan, sekarang yang ditunggu masyarakat tindak lanjut pernyataan presiden tersebut. "Kalau hanya sekadar pernyataan, masyarakat sudah bosan," kata SAID AGIL.(jos/ipg)


