Suara Muda
Headlines News :
BRAM Grup bahruninfo@gmail.com. Powered by Blogger.
Tridinamika Blog Kontes 2013
Showing posts with label Vidio. Show all posts
Showing posts with label Vidio. Show all posts

Kesenian Asli Kebumen Yang Me-nusantara, Berawal Dari Sejarah Perlawanan

Kebumen – Jika anda mencari tentang kesenian rakyat yang asli Kebumen bukan ndolalak, karena itu milik Purworejo, bukan Jaipongan karena itu dari Jawa Barat ukan rongeng karena itu dari Banyumas. Tetapi anda harus memperdalam tentang Seni Cepetan Alas yang ternyata asli Kebumen. Cepetan alas ini merupakan tarian yang sarat makna karena diawali dari perjuangan melawan Jepang.
Cépét yaitu kesenian tradisional di desa-desa di Karanggayam seperti Karanggayam, Kajoran dan Watulawang. Kesenian ini dimainkan oleh 12 orang. Para pemain memakai topeng raksasa. Rambutnya terbuat dari duk (sabut pohon aren) dan pemainnya mengenakan pakaian hitam, dan memakai sarung sebagai blebed di pinggang. Tarian diiringi musik tradisional yaitu kentongan, jidur (kendang gede) dan drum bekas. Cepetan alas oleh sebagian masyarakat di sebut juga Dangsak di desa Watulawang sudah ada sejak tahun 1960-an didirikan oleh Parta Wijaya (Alm), dan turun temurun sampai sekarang.
Di Watulawang para pemain seni ini, pentas hanya setahun sekali, tepatnya pada perayaan 17 Agustus. Dalam peringatan 17 Agustus, Cépét merupakan menu wajib yang harus di mainkan, mengiringi anak sekolah SD Watulawang yang konvoi mengelilingi desa, bahkan sampai ke desa lain di Peniron.
Saat mau pentas, para rombongan cépét biasanya sudah ngumpul pagi- di rumah Ketua rombongan (Dawintana ) dan memakai seragam dan aksesoris perlengkapannya, kemudian rombongan berangkat untuk mengikuti upacara peringatan 17 Agustus di SD Negeri Watulawang, bersama rombongan kuda lumping dan anak-anak sekolah.
Kemudian di lanjutkan dengan konvoi, rombongan cépét selalu berada di depan, dan di ikuti rombongan anak sekolah, dan paling belakang rombongan kuda lumping. Di perjalanan kadang pemain cépét ini sudah ada yang kesurupan, dengan sautan suara yang menyeramkan, mereka mengerang- ngerang laksana raksasa, semakin menambah keseraman terutama bagi anak kecil yang melihat.
Sesampainya di lokasi, di bakarlah kemenyan oleh sang pawang, terus mereka berjoged (Ngibing,jawa ) sesuai perannya, dan kesurupan pun makin menjadi- jadi, suasana makin menyeramkan, para pemain yang kesurupan itu mulai makan sesaji kumplit yang di sediakan di meja kusus tempat sesaji.
Mereka makan serba aneh, daun papaya mentah, kembang, minyak wangi, kemenyan, dan makanan makanan lain, bahkan ada juga yang makan ayam hidup. Penonton juga kadang ada yang kesurupan. Bagi anda yang berminat menyaksikan pentas Cépét, datang saja ke Desa Watulawang atau Kajoran pada setiap 17 Agustus, karena kesenian ini hanya pentas pada hari itu. (A-42/Brs/Opal/Diolah dari berbagai sumber).

Pesta Rakyat Sesunguhnya

Suara Muda >> Lelah karena sabar menunggu jalannya karnaval yang tak kunjung tiba,  tidak menjadikan warga putus asa untuk menikmati karnaval dalam rangka meramaikan peringatan 17 Agustus.
Karena di sini lah masyarakat bisa menikmati pesta rakyat yang sesungguhnya dengan disajikan kreatif masing-masing peserta karnaval dari lembaga maupaun masyarakat biasa, ikut andil bagian meramaikan HUT RI. Adalah Eni salah satu pengujung yang setia hadir di even karnaval bersama keluarganya menganggap karnaaval ini sebagai wahana silaturohim dan mengenalkan kepada anak cucu tentang perjuangan para pahlawan di masa lalu.
Antusiasme masyarakat menyaksikan karnaval bisa dilihat bukan hanya ribuan tetapi bisa ratusan ribu manusia memadati kanan-kiri jalur karnaval. Mereka berangkat dari gunung, pesisir, wilayah perkotan bahkan sampai pedesan ikut hadir di acara karnaval. Hal ini membuktikan bahwa karnaval ini adalah pesta rakyat sesungguhnya. Mereka berangkat tanpa ada intruksi dan perintah untuk hadir. dengan sendirinya hadir untuk meramaikan peringatan HUT RI ke 70,
Melalui karnaval ini anak-anak jadi tahu program pemerintah. Apalagi karnaval tidak hanya menampilkan hal-hal yang monoton tapi juga bervariasi termasuk berbagai hasil bumi, kesenian, kreativitas anak muda, tempat sekolah dan perkantora/lembaga secara langsung didesain miniatur. ( Bram )Kebumen News

Usai Cidera, Gunaryo Belum Tampil Maksimal

KEBUMEN-  Stiker Persak Kebumen, Gunaryo masih tampil kurang maksimal saat menjamu Tim-Pra PON Jawa Tengah (28/02) di StadionChandradimuka yang menjadi kebanggaan kabupaten Kebumen.
Eks Striker PSCS Cilacap itu baru saja sembuh dari cedera kaki saat seleksi pemain persak beberapa bulan lalu. Ia masih terlihat dibangku cadangan saat Persak tertinggal 0-2 dari Tim tamu.
Menurut tim Medis, Ari Wibowo saat ditemui Kebumennews.com, Gunaryo masih diragukan tampil saat melawan Pra PON Jateng. “Gun masih tahap pemulihan, dia cedera saat seleksi awal bulan lalu” katanya.
Gunaryo absen di laga pertama uji coba melawa Persibas Banyumas 20 Februari lalu. Saat menjamu Tim besutan Firmandoyo itu, pelatih Sartono Anwar  memasukkan Gunaryo di menit akhir menjelang pertandingan usai.
Sartono  mengaku ingin melihat perkembangan yang dimiliki oleh anak asuhnya. “Gunaryo belum sepenuhnya pulih dari cedera, kami mencoba memasukannya di menit akhir, ia mulai membaik” katanya.

Festival Tari Tingkat Pelajar Se-Kabupaten Kebumen

Kebumen – “Whaduh, saya sampai susah menentukan pemenang, semua tarian yang disajikan siswa-siswi ini, bagus-bagus” Tutur Fatmawati, Juri pada Festival Tari  tingkat pelajar se-Kabupaten Kebumen yang di selenggarakan BEM Kampus IAINUKebumen. Festival yang berkolaborasi hibpop  ini  mampu membius penonton dan juri,  kreatifnya siswa-siswi pelajar Kebumen dalam menari dan mengkolaborasi tari Jawadengan modern dalam arena festival tari. Festival ini dikuti pelajar tingkat SLTA Se-Kabupaten Kebumen (30/2).
Pada festival ini memang menerapkan kriteria kejuaraan berjenjang (rangking), namun hanya tigaterbaik non rangking. Dalam hal ini SMA Karangan Ayar Kebumen  meraih predikat terbaik dalam sejumlah katagori tersebut di atas tanpa diikuti oleh daerah lainnya.
“Ajang ini festival tari tingkat pelajar kali ini adalah yang pertama kali di selengarakan oleh kampus IAINU untuk mewadahi bakat dan minat pelajar di Kabupaten Kebumen dalan hal tari jawa yang dikolaborasi dengan tari modern atau hibpop oleh kalangan muda khusunya pelajar untuk menghargai seni tari asli budaya jawa” Tutur Asror ketua panitia.
Kegiatan ini direncanakan tidak hanya tahun ini, akan tetapi akan diagendakan digelar rutin tahunan oleh BEM IAINU “Untuk melestarikan kesenian jawa, untuk tahun ini baru mencoba satu kesenian tari jawa, semoga tahun berikutnya akan mengakomodasi semua kesenian-kesian  jawa khusunya di Kebumen untuk dapat digelar festival tahuan di IAINU Kebumen Award.” Papar Lukman presiden BEM IAINU Kebumen. Lihat Videonya di sini ( kebumennews.com)

Vidio Pemuda Wotbuwono Ramekan Hut RI Ke 67 di Malam Lebaran

Kebumen-Pemuda Desa Wotbwono untuk menyambut malam takbir keliling dan peringatan Hut RI Ke 67 menpersiapkan diri, permainan budaya warisan nenek moyang, yang di beri nama Abit yang mudah di kenal  permainan api, dengan cara di putar di pasang di unjung bambu kanan kirinya. bambu, permainan abit ini engga mudah perlu ketampilan  berbagai gaya dan tarian yang harus bisa di kuasai, biar terlihat indah dan tak menbakar dirinya pada saat permain abit nanti berlasung. 
Setiap orang engga pasti bisa main secara cantik bila tak mau belajar, dan akan menbahay akan dirinya ,oleh karena itu pemuda wotbuono belajar pada yang lebih ahlinya pada orang tua. bagaimana bemian abit yang baik dan tak bahanya, bermaian abit banyak model permainan yang harus di kuasi seperti bola api, ubil api, roda api dan sebur api, biar enga salah dan tak bahayakan diri pada waktu makah dari kepanitiaan pemuda malam takbir, menyiapakan para pemuda untuk berlatih dari pembuatan abit yang baik hingga pembuatan permainan lainya agar tidak hilang permaian abit kelak biala di tingalkan oleh para yang tua. 
kegiatan malam takbir di ramekan oleh dua dukuh buana dan duku ingas untuk merakmekan malam takbir keliling dengan sekalian peringatan agustusan . ( maa bila banyak kesalah mohon maaf lahir batain buat arga bloggers dan pembaca)

Ngitip Pengujung Blog Suara Muda

@SUARA,MUDA,KEBUMEN-weleh tak di kira tak di sangka cukup lumyan banyak pengujunganya tiap hari pengujung blog ini  200 pengujung setelah melihat grafiknya, reting dalam grafik di dalam blog ini, tujuan kami berbagi info bermafaat juga denga orang lain , terima kasih para pengujung blog kami , moga kedepan lebih baik ..? kebumen 12 Desember 2011 pukul 11.12 PM .

Teater SMA N Klirong kebumen


Tes -Teater SMA N kelirong kabupaten kebumen dengan nama teater kelir, karaya anak-anak muda berkreasi di dunai seni dalm fistival teatter 2011 kebumen....

TEATER MA'ARIF 4 KEBUMEN

TEATER MA'ARIF 4 KEBUMEN- Yang menceritakan sebuah perjuang para pahlawan tampa tanda jasa rela mati demi negara indonesia tercinta, melawan penjajah demi rakya jelata tampa ingin memiliki harta rakyatnya pejuang sejati...? kisah dalam gambaran tetater bila ada kesamaan dan kesalah mohon maaf kebumen

TEATER SMK N1 KEBUMEN



TEATER SMK N1 KEBUMEN-kisah penyayi nyai rogong untuk bisa menjadi ronggeng ada berpa sarat yang di lakukan dalam kisah sejarah, jawa dan kisah rogong di jawwa kebumen daan lain-lainya SMK N 1 kebumen mengakat melalui pentas fistifal teater kebumen 2011.

OSPEK Penerimaan Mahasiswa Baru Stainu Kebumen 2011

Vidio Ospek stainu Kebumen
Orentasi Mahasiswa Baru ( OSPEK ) yang di lakukan kampus stainu kebumen pada umunya, di lakukan setiap tahun sekali kegiatan ospek,yang di lakukan dengan kerjasam DEMA Stainu Kebumen. dengan jumlah kurang lebih calon mahasiswa baru  sikitar 450 Mahasiswa Baru.
 

.

Support : Creating Website | bahrun grup | simponi
Copyright © 2011. Suara Muda Kebumen - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by cs
Proudly powered by Blogger