Suara Muda
Headlines News :
BRAM Grup bahruninfo@gmail.com. Powered by Blogger.
Tridinamika Blog Kontes 2013
Showing posts with label Indahnya desa. Show all posts
Showing posts with label Indahnya desa. Show all posts

Film “Melawan Arus” dari Kebumen Juara di Malang Film Festival 2018

  • Sinema dari Konflik Agraria 
Film Melawan Arus karya Eka Saputri dari SMKN 1 Kebumen membantu mengingatkan kembali tentang masalah yang masih menjadi keresahan tersebut. Pada Sabtu, 7 April 2018 film Melawan Arus berhasil menjuarai Malang Film Festival 2018 untuk kategori Fiksi Pendek Pelajar.
“Film sebagai medium gambar dan suara bisa menjadi pilihan yang sangat tepat menyuarakan keberpihakan terhadap posisi rakyat yang masih sering terpinggirkan”, urai Puput Juang dalam rilisnya.
Sebagaimana terjadi pada nasib para petani Urut Sewu yang masih menggantung paska pemagaran lahan pertanian mereka.
Lulu Ratna mewakili dewan juri untuk kategori Fiksi Pendek Pelajar dan Mahasiswa menjelaskan dalam laporan kerja penjuriannya
“Film pemenang pada kategori ini dipilih karena bisa mengoptimalkan bahasa visualnya walaupun masih menyisakan pesan secara verbal”.
Melawan Arus bercerita tentang Siti (Eti Puspitasari) yang percaya bahwa proses penangkapan suaminya Yono (Deni Noviyana) merupakan fitnah akibat konsekuensi rumit dari sengketa tanah antara petani dan TNI yang tak kunjung berujung kejelasan. Situasi tak menentu berujung pada keinginan pindah dari Yono yang ditolak oleh Siti. Siti ngotot untuk tetap tinggal dan terus berjuang bercocok tanam di lahan tesebut.
Eka Saputri yang hadir terlambat pada malam penganugerahan menjelaskan proses filmnya.
“Film ini terinspirasi dari karya kakak kelas, mba Dewi Nuraeni yaitu Urut Sewu Bercerita”.  Film terdahulu produksi: Sangkanparan yang kebetulan juga menang pada Malang Film Festival tahun sebelumnya untuk kategori dokumenter pendek.
“Ada kesempatan untuk mewujudkan ide tersebut sebagai film fiksi yang semoga bisa kembali mengingatkan bahwa perjuangan masyarakat Urut Sewu masih berlanjut, terutama dikuatkan peran para perempuan yang turut melawan”, sambung Eka.
Produksi film Melawan Arus berhasil terwujud lewat kerja kolektif dan kolaborasi program Sinema Kedung Meng Desa-Desa pada 11 Agustus hingga 5 November 2017. Sebuah rangkaian yang di pelaksanaan tahun keduanya bisa menghadirkan lokakarya produksi difasilitasi Cinema Lovers Community (CLC Purbalingga). CLC yang sudah tidak diragukan pengalamannya dalam pendampingan produksi film karya pelajar. Keseluruhan rangkaian program dikelola oleh Komunitas Kedung (Kebumen) di bawah naungan Jaringan Kerja Film Banyumas Raya (JKFB) yang didukung penuh bantuan untuk masyarakat film dari Pusat Pengembangan Perfilman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Pusbang Film) serta Perpusda Kebumen, Roemah Martha Tilaar Gombong dan Sangkanparan (Cilacap). [put]

FFP 2018 di Kebumen Berlangsung Meriah

KEBUMEN – Perumahan Griya Jatisari Indah mendadak ramai pada Selasa (10/07/2018) sejak sore hari. Pasalnya ada layar tanjleb yang dihadirkan Jaringan Kerja Film Banyumas Raya (JKFB). Event dalam rangka Festival Film Purbalingga (FFP) 2018 ini merambah wilayah Kebumen pada 2 lokasi pemutaran film dengan model layar tanjleb.
Desa Jatisari merupakan titik ketiga dalam rangkaian layar tanjleb FFP 2018 dan lokasi pemutaran kedua setelah lokasi Pesanggrahan Desa Karangsambung pada malam sebelumnya.
Selain memutarkan film karya pelajar se-Barlingmascakeb, warga Perum Jatisari Indah juga memanfaatkannya untuk sekaligus menggelar silaturahmi lebaran dan serah terima pengadaan tong sampah sumbangan warga untuk desa.
“Momen sederhana warga untuk berkumpul dan bersilaturahmi”, kata Kepala Desa Jatisari dalam sambutannya. “Alhamdulillah bisa terbantu menjadi lebih hangat dan meriah berkat kedatangan kru layar tancap, sehingga anak-anak menjadi betah dan turut terhibur dengan tontonan yang dihadirkan.” Sambung Kades Muslihudin.

Film Karya Pelajar Kebumen 

JATISARI: Warga Perum Jatisari Indah Kebumen nampak antusias menyaksikan film-film yang diputar (10/7) dalam rangka Festival Film Purbalingga 2018
Koordinator pelaksana FFP 2018 untuk wilayah Kebumen, Ridho Saputro menjelaskan kehadiran film-film karya sineas muda dari kalangan pelajar Kebumen, dalam genre dokumenter dan film fiksi pendek . Diantaranya ada “Badar Besi” (Sutradara: Amaroh Alfa Khurohman, Sangkanparan), “Sega Penggel” (Sutradara: Azizatun Zahro, Sangkanparan) untuk film documenter pendek.
Sedangkan untuk genre film fiksi ada “Melawan Arus” (Sutradara: Eka Saputri, Lemah Wedhi Production). “Di Dasar Air” (Sutradara: Intan Karunia, Candradimuka Production). Serta film berjudul “Tanah Tuan Tanah” (Sutradara: Hestika Sari, Netuka Creative Community).
Ketiga film fiksi pendek yang diputar merupakan hasil Lokakarya Produksi Sinema Kedung Meng Desa-Desa 2017 yang digagas Komunitas Kedung bekerjasama dengan CLC (Cinema Lover’s Community) Purbalingga sebagai fasilitator produksi.
Selain sedang diapresiasi di program Layar Tanjleb FFP 2018 saat ini ketiga film tersebut juga sedang dikelilingkan ke seluruh Indonesia melalui program pemutaran film Indonesia Raja 2018 yang digagas komunitas film “Minikino” (Bali) sejak 2016. Khusus untuk film “Melawan Arus” yang bercerita tentang perjuangan petani perempuan bernama Siti di lahan konflik agrarian telah mendapat penghargaan di Malang Film Festival 2018 sebagai Jawara Fiksi kategori pelajar dan INVECT (Independent Movie Competition) Tebas Awards 2018.
Malam sebelumnya layar tancap serupa juga sukses digelar di dusun Pesanggrahan, Desa Karangsambung dengan melibatkan Karang Taruna setempat dan pegiat kelompok sadar wisata (pokdarwis) Bukit Pentulu Indah.

Tanpa Semen Hidup, Tanpa Air Mati

Korelasi slogan yang diduplikasi dari twitter Emil Salim, mantan Menteri Lingkungan Hidup Indonesia dan dilansir di rapat warga sebelum ini; begitu menginspirasi kesadaran banyak orang. Ini seperti menggugah kesadaran pentingnya ekologi lingkungan dan ruang hidup bersama.
Dalam konteks perijinan operasionalisasi industri semen, khususnya pt Semen Gombong, kesadaran ekologis demikian menemukan taut dan momentum serta manifestasinya dengan kebangkitan aksi-aksi massa. Serbuan kekuatan kapital pada sektor tambang semen di Jawa khususnya, memang tengah menggila.
Berbarengan dengan itu perlawanan massa rakyat anti tambang semen di berbagai daerah seperti Ajibarang, Rembang, Pati, Blora, Grobogan, Wonogiri, Tuban, dan Gombong selatan sendiri; rupanya belum cukup menyadarkan pemerintah setempat dalam merumuskan kebijakan terkait tata kelola sumber daya alamnya. Padahal potensi alam di kawasan karst itu bukan lah melulu bahan tambang yang depositnya terbatas, rentan dan tak terbarukan.
Menanggapi aksi massa hari ini (10/2) yang pada intinya menolak ijin lingkungan pt Semen Gombong, plt Kepala BPMPT Kebumen pun masih terkesan menyikapinya dengan pendekatan prosedural belaka. Retorika pernyataannya menunjukkan lemahnya komitment pemerintah dalam hal menjaga kelestarian ekologi lingkungan

Berharap ada Solusi Air Asam Jadi Air Tawar

Kebumen- Masyarakat desa Madurejo kecamatan Puring kabupaten Kebumen Jawa Tengah berharap pemerintah memberikan modal untuk usaha peternakan. Hal ini mengingat bahwa desa ini setiap musim penghujan merupakan daerahlanggananbanjir sehingga sulit untuk panen dua kali setahun. “Untuk satu musim panen saja kami kadang  tiga bahkan empat kali tanam karena terus dilanda banjir. Ini daerah rendah sehingga sebagai pembuangan air hujan,”ujar  warga  (37) yang tinggal di dukuh Kepudang desa Madurejo.
Warga haya pasrah dan menunggu air surut untuk bisa di Tanami kembeli, untuk sementara yang bisa di panen sayuran kakung sebagai hasil pertanian tetap saat seperti ini,
Untuk saat ini masyarakat madu rejo puring, berharap ada solusi terkait suber air yang ada di desa madu rejo bisa di tangani maslahnya air sumur rasa asam, hanya da 2 sumur yang berasa tawar yaitu di masjid dan rumah warga hanya satu,
Untk mendapatkan air tawar masyrakat harus beli perjligen tiap bagi untuk komsumsi utama masak dan minum, dengan harag perjiglen sekitar 2000-3000. Harapan masyrakat adanya KKNMahasiswa Saat ini bisa member solusi terkait air rasa asam dan pemerintah bisa memberikan solusi ini pada masyrakatnya ujar salah satu warga saudara X.  masyarakat yang selama ini dikenal sebagai desa tertinggal ini. (b 1)

Negosiator Urutsewu di DPRD “Dipagari” Tentara

Kebumen News – Ada yang menarik untuk dicatat padaaksi petani Urutsewu saat tim negosiator mereka dimediasi oleh Komisi A DPRDKebumen, dalam “pertemuannya” dengan pelaksana pemagaran pesisir yang tengah diprotes para petani. Audiensi yang digelar di ruang meeting Sekretariat DPRD (Sekwan) itu ternyata “dikepung” beberapa oknum tentara. Sampai-sampai Dandim 0709 Kebumen, Letkol Inf. Putra Widyawinaya, SH pun ada di sekitar bawahannya itu.  Ihwal keberadaan tentara bertongkat di seputar gedung Sekwan itu, mungkin mengawal atasannya. Namun boleh jadi “situasi tak aman” tengah mengancam negara, sehingga polisi tak cukup untuk mengamankan aksi petani Urutsewu.
Yang jelas, kenyataan ini dipertanyakan oleh Koordinator UrutSewu Bersatu Widodo Sunu Nugroho, pada awal dimulainya audiensi sebagaimana yang direncanakan dalam skenario aksi (8/7) hari itu.
“Ini bukan audiensi, sebagaimana dimaksud dalam permohonan petani”, dalihnya. Melainkan sebuah mediasi. Sedangkan dari dahulunya para petani menyadari bahwa pemerintah daerah termasuk DPRD tak memiliki kewenangan apa pun dalam kaitan penyelesaian konflik tanah pesisir Urusewu.
Rupanya memang ada skenario untuk “menyederhanakan” konflik agraria Urutsewu, dengan pendekatan parsial dan kasuistik tentang pemagaran pesisir saja. Itu sebabnya agenda audiensi tim negosiator berupah menjadi “mediasi” dengan fasilitator Komisi A DPRD KebumenKesederhanaan, Menjadi Pegangan Hidup Anggota DPRD Yang Satu Ini. Read more … ». Maka didatangkan lah para pelaksana (baca: pekerja pemagaran) berikut Komandan Dislitbangad Kusmayadi di gedung Sekwan itu, lengkap dengan regu koersif militernya. (AP)

Batu Akik Kebumen Untuk Ases Soris Berbagi Jenis

Bisa di order  perbiji dan  paket banyak grosir  imbok ke https://www.facebook.com/bahrunali  ke email bacayuh@gmail.com . hasil hume industri pedesaan kebumen punya 















Batu Akik Kebumen Siap pake



Suara_Muda>> berbagai jenis batu akik asli kebumen siap di jualan melalui pesanan dan siap kirim dari berbagai jenis batu asli kebumen dari badar besi,  jenis liontin dan cincin harga bersahabat dari 60 ribu, 100 ribu dan 200 ribu perbiji siapkan kebutuhan berapa saja, batu akik dari kebumen, Kalau batu yang sepesial  coraknya dari 300-700 ribu minat bisa Email: bacayuh@gmail.com

Khotmil Qur'an Kalirejo

Dalam rangka Maulid Nabi Mohammad SAW Desa Kalirejo kecamatan kebumen, 25 januari 2015.
Dengan rangkean khotmil gur'an dan pentas seni kreatif santri berbagi pentas seni dengan islami yang belangsung malam minggu, 24/1/2015. Pada sore hari pukul 14.00 arak-arakan dengan kuda joget dan drum bend sebagi musik iringan para peserta khotmil qur'an.

Maulid Nabi Muhammad SAW di Kemenag Kebumen

Antusiasme pengunjung yg hadir membludak dipendopo bupati kebumen dalam rangka peringatan maulid Nabi Muhammad Saw. Yang di isi oleh Drs. KH. Bardan Usman, MA. Kabid.  Kanwil Kemenag DIY, ketua MUI Wonosari/gunungkidul

Perempuan Penarik Getek di Gesungsari

Klirong sebuah aktifitas yang berbahaya di lakukan oleh seorang ibu di keluarga menantang aris sungai lukulo di desa gedungsari klirong demi masyarakat yang mau litas ke sebelah .

Tempat Singgah Bupati Arungbinang

SuaraMuda-Awalnya desa Korowelang bernama desa Banjarejo. Bupati Arungbinang setelah melakukan perjalanan saat itu singgah untuk beristirahat di sebuah batu besar yang di desa tersebut, tepatnya di dukuh Batu Kuwuk. Secara bentuk dan rupa sebenarnya tidak ada yang istimewa dengan batu tersebut. Namun,  perlu diketahui bahwa batu besar yang persis berada di pinggir jalan sekaligus di atas kali merupakan batu istimewa, dalam istilah Jawa Punden. “Menurut cerita dari orang tua Batu yang pernah menjadi tempat singgah bupati Arungbinang merupakan batu istimewa atau dalam istilah jawa batu Punden,” Tutur Kepala desa Korowelang, Ibnu Mujamil saat ditemui Kebumennews.com, Selasa (04/06/2013) di kantornya.
Ibnu Mujamil menjelaskan keistimewaan batu (Punden) tersebut yaitu kalau batu tersebut di jatuhkan ke kali tanpa diketahui masyarakat batu batu tersebut kembali ke tempat semula. Awalnya Ibnu Mujamil juga mengaku tidak penasaran dan sempat mau mencoba menjatuhkan batu tersebut ke kali. Namun, karena terlalu besar dia mengaku tidak kuat. “Saat mau mencalonkan diri sebagai kepala desa, saya berencana untuk menjatuhkan batu tersebut, namun karena batunya yang terlalu besar dan bobotnya yang berat saya pun menggagalkan rencana tersebut,” beber Ibnu Mujamil.
“Saat Bupati Arungbinang beristirahat di sekitar lokasi mendadak banyak terdapat ular welang dan sempat mengundang kehobahan warga. Disinilah awal pergantian nama dari desa Banjarejo menjadi desa Korowelang,” imbuhnya.
Lebih lanjut Ibnu Mujamil menambahkan sebagian wilayah yang awalnya masuk desa Jlegi dan desa Pejagatan kemudian bergabung ke desa Korowelang. “Beberapa dukuh yang sebelumnya masuk wilayah desa Jlegi dan desa Pejagatan akhirnya bergabung ke desa Korowelang,” pungkas Ibnu Mujamil.(iwn) www.kebumennews.com-

Menghemat Energi Listrik Sejak Usia Anak-anak

SuaraMuda-Dengan kemajuan zaman teknologi serba listrikan ini sekarang sedang trend lantaran biasanya ditimbulkan oleh alat-alat canggih yang notabene nya merupakan perangkat Hemat Listrik, dan berbagai promosi alat-alat permain anak-anak, perlengkapan dapur dan perlengkapan rumah tangga sudah  ber alaih ke tenaga listrik, apa lagi elektronik yang ber bunyi hemat listri. Hal ini belum tentu hemat bila pola hidup yang ada di rumah kita sendiri dan sekitarnya, belum menyadari pentingnya energy listrik untuk kehidupan sehari-hari.

Berapa ide gagasan yang kami lakukan bersama teman remaja desa kami, untuk menghemat listrik tampa menguranggi aktifitas sehari-harinya masyrakat desa maupu kota, yakni dengan gerakan Hemat Listrik tetapat untng buat nabung anak nantinya, yakni dengan menbuat polisi listrik untuk anak yang sudah ber umur 7 tahun ke atas dengan di bekali, bagaimana mematikan listrik yang baik dan benar kapan waktunya da mengenalkan jenis alat elektronik yang berlistrik untuk di kealkan tehnik dan cara mengmatikan dan meng hidupakan.

Kami berserta kawan-kawan remaja masjid melakukan ini telah melakukan surfai dari keluarga dan aktifitas anak-anak sehari-hari anak-anak melakukan apa dan bagaimana pola hidupnya, dari itulah ide muncul makah di bentuk menabung listrik dengan nama polisi listrik untuk anak, dan melatih anak disiplin, rajin, bernai dan tangung jawab,  tampa sadar anak terbentuk kedisiplin sendiri,

Energi Seving Listrik ini dilakukan oleh anak-anak setiap pagi, sore dan pengunaan alat elektronik yang mengunakan listrik, di control untuk di matikan dan di nyalakan sesui kebutuhan. Karena kebiasaan orang desa menbiarkan lampu tetap menyala tampa tepat waktu dan sering kali lupa nyala tampa berguna. Oleh karena, anak-anak lah yang bertangung jawab menajaga energy listrik yang terbuang sia-sia. Dengan cara menabung untuk anaknya agar mau melakukan menjadi polisi listrik.

Dengan cara kerjasama pembayaran listrik yang sudah di kelola oleh remaja desa yang biasanya karang taruna atau pemuda masjid, Dari sisah pembayaran listrik itulah, sisah pembayaran bulanan pertama di hitung bila sisah masuk tabungan untuk anak, yang menjadi polisi listrik sebagi penyemangat anak agara kelak bisa menmafaatkan listrik sebaik mukin kedepanya.

Cara Energy Seving Listrik karena sekarang ada model listir pulsa dan listrik bukan pulsa.

Bulan sebelumnya. Seumpama habis Rp. 50 bulan berikutnya habis Rp. 40 . dari sisah 50 ribu di tabung buat anak tersebut di bagian pembayaran listrik,  ini yang mengunakan listrik biasa. Bila mengunakan pulsa sama bila biasanya beli pulsa 50 ribu bulan berikutnya setelah anak menjadi polisi listrik. Habis pulsa 35 perbulan sisahnya di tabung kepada anaknya. Orang tua tetap kasih uang pulsa perbulan 50. 

Tridinamika Blog Kontes 2013
Berbagi Itu Asik: ( Info seputar Pesantren ):

Mau berbagi? Follow: @murtopo | Facebook | Grup Kebumen

Politik Mistik dan Sepiritual

Suara_Muda-kebumen pada saat ini sedang bmengadakan hajat besar-besar terkait pilkades alias pilihan kepala desa atau ajang demokrasi tingkat desa, kami sebagai masyrakat kebumen dan masyrakat desa mencoba mengamati dan menikmati alurnya proses pilkades, yang saat ini  sedang berlangsung maupun proses di berbagi desa, kami lihat dan merasakan lasung dampak pilkades dari berbagi jenis aktifitas sosial, di masyrakat yang makin dekat hari ha pilihan kepala desa semakin hangat di kalangan masyrakat terkait jago atau calon yang di dukung oleh masing-masing masrakat.
bagi pedukung ata botoh calon lurah atau lurahnya lasung, melakukan berbagi langkah sertategi bagaimana calonya jadi, berbgai jalan dan kepercayaan masing-masing botoh dan calon lurah melakukan, sertategi politik uang, politik sepiritual,politik mistik,  demokrasi dan lain-lain. karena di sini lah ajang demokrasi dan ajang politik mistik dan sepiritual berjalan dengan nyata, anatara satu pendukung dengan pedukung yang lain, yang melibatkan dari kalang anak muda hingga tua saling baur dan salaing memegang prinsip untk calon masing-masing dengan yang manaya daru atau pulung yang akan terlihat dan mendatanggi calon yang ada di desa tersebut, dan saling berebut daru dari kalang orang pintar berbagi alir ilmu dan kepercayaan salaing lomba untuk bisa menunduk dari di calon masing -masing. alias taru ilmu mistik dan sepiritual dari kepercayaan agama, islam, kristen dan agama abangan juga yang sampai engga punya agama ikut turut peran bertarung untuk sling rebut kekuasan demi satu calon kepala desa, 
Salah satu kegiatan Islam Kejawen dalam pilkades yang kami amati ada di desa. Perlu diketahui bahwa seluruh masyarakat di desa ini beragama Islam dan kristen dengan satu pondok pesntren dan greja di dalamnya. Berdasarkan pengamatan kami pada malam minggu juni 2013, ada salah satu calon kepala desa yang mengadakan tahlilan yang didalamnya terdapat beberapa unsur Islam Kejawen. Dalam acara tahlilan tersebut disajikan sebuah tumpengan yang berisi hasil-hasil bumi, diantaranya terdapat beras, telur, gula, teh, kopi, rokok dan sebagainya. Menurut sumber yang kami tanya, dalam tumpengan tersebut memiliki arti yang berbeda-beda. Ini di maksudkan agar pulung dapat jatuh di tempat calon tersebut, selain itu juga berfungsi sebagai srawung kepada masyarakat.
dan berbagi kegiatan sepiritual di lakukan dengancara masing-masing seperti, tidur di kuburan, di rumah kosong, masjid, dan tanah tertua atau tanah makan orang terdahulu .. sebagi tempat untuk mendapat daru atau wahyu ilahi pada diri di lakukan. sekian dulu. lebih banyaknya kami sedang proses pencarian data dan wawancara. untuk pengembangan tulisan politik desa terkait politik mistik dan politik sepiritual dan wahyu ilihi di desa yang kental dengan keperjawan kejawan. walu zaman sudah maju tapi kepercayaan inimasih tetap kentel di masyrakat perdesaan dan pegunungan. salam berkarya ...( Bahrun Ali M)

Berbagi Itu Asik: ( Info seputar Pesantren ):

Mau berbagi? Follow: @murtopo | Facebook | Grup Kebumen

11 Wisata Alam Kebumen Menawarkan Ke Indahan tersendiri

SuaraMuda-kebumen menawarakan banyak keindahan Alam semesta dari suasana laut, suasana alam pegunungan, susana isi kekayaan bumi dan jenis pebatuan langka yang ada di Dunia yang sering di sebut orang Sorganya Dunia. di LIPI Karang Sambung Kebumen.
yang kami tawarkan paket wisata ples hotel  dengan haraga Rp.88 ribu perhari paket wista yang kami tawarkan selama dua hari hanya Rp.116.000 untuk tempat penginapan, untuk menik mati wisata alam yang ada di kebumen selama dua hari , dan siapa di pandu dengan mengukan trafel kunju
Grebang Pantai Bocor
Grebang Pantai Bocor
ngan wisata 11 wista , di antaranya: 1. pantai bocor yang dengan wista alam hasil bumi seperti, semanga, melon dan susana lautnya. 2. pantai petanahan yang menawarkan khas minuman legen dan yutuknya dan susasana alam obat laut selatan yang terbesar, 3. pantai suwuk yang menarkan gula aren dan susana asri pantai yang di lengkapai wahana kebom binatang dan  pertemuan air tawar bertemu dnagan air laut dan susana gunung dan dtaran yang saling ber damping. 4.pantai menganti yang terletak di antara kaki gunung desa menganti Rajakamar, hotel murah, promo hotel 88rb, liburan gratis
yang menawarkan ikan laut yang masih segar dan suasana laut peng hasil  nelayan dengan haraga lelang ikan, 5. pantai mengati yang menawarkan ke indahan dan tantangan saat menuju lokasi yang mewarkan indahnya di perjalan dan cukup menguji nyali bagi pengunjung laut menganti yang pada ahirnya kan menikmati keindahan lam pasir putih dan wista bahari, dan bantuan karang yang penuh warna dan eindahan, 6. pantai logending yang menwarkan ke indahan susana alam tebing laut dan wahana wista laut dengan menikmati lasung dengan prahu wisata dan permainan alam. 7. gua petruk yanag menawarkan keindahan alam isi bumi berbgai jenis alami dengan berbagai betuk patng yang sudah ada bukan buat manusia berbagai jenis batu,,, di dalam perut gua yang di pandu oleh petugas wisata, 8. gua petruk yang menawarkan susanasana alam berbagai  isi gua dan bisa melihat isi gua petruk berbgai pating alami dan sungai di dalam gua yang bisa di nikmati dan bisa di
Jurug Gunung Sari
telusur...9. wakduk sepor wisata alam dan mikmati lasung dengan prahu yang menawarkan ke indahan alam  yang di kelilinggi pegunungan dan pusat pembangkit listrik. 10. LPI tempatnya jenis pebantuan dan pusat peelitian batu-batu langaka  tempat surgai dunia berbgai jenis batu. 11. jurug gunung sari keindah air dan kejernihan air alami.... dan masih banyak lainya. haraga paket sebanyak 6 orang selam 2  hari RP. 1600.000 . menuju 11 wista alam di kebumen hanya haraga dari masuk sapai tempat lokasi nginap kembali.
Berpa gambar kasi yang kami tawarkan .nama dan lokasinya:

wahanya air pantai bocor 

suasana sore pantai bocor

semongko 

pintu masuk pantai petanahan 

pantai petanahan 

jatijajar
dalam gua jatijajar

lokasi santai jatijajar

pantai logending 

pantai logending pintu masuk jembatan pantai

pantai menganti dari atas 

pantai menganti pasir putih

batu karang pantai menganti


pantai logending 
pantai logending susana pasar ikan 

pantai menganti

pantai logending di pertengahan perjalan pegunungan 

pantai menganti

pantai menganti 1

pantai suwuk

waduk sempor 

Add caption


Berbagi Itu Asik: ( Info seputar Pesantren ):

Mau berbagi? Follow: @murtopo | Facebook | Grup Kebumen

 

.

Support : Creating Website | bahrun grup | simponi
Copyright © 2011. Suara Muda Kebumen - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by cs
Proudly powered by Blogger