Suara Muda
Headlines News :
BRAM Grup bahruninfo@gmail.com. Powered by Blogger.
Tridinamika Blog Kontes 2013
Showing posts with label indonesia. batu akik. Show all posts
Showing posts with label indonesia. batu akik. Show all posts

Film “Melawan Arus” dari Kebumen Juara di Malang Film Festival 2018

  • Sinema dari Konflik Agraria 
Film Melawan Arus karya Eka Saputri dari SMKN 1 Kebumen membantu mengingatkan kembali tentang masalah yang masih menjadi keresahan tersebut. Pada Sabtu, 7 April 2018 film Melawan Arus berhasil menjuarai Malang Film Festival 2018 untuk kategori Fiksi Pendek Pelajar.
“Film sebagai medium gambar dan suara bisa menjadi pilihan yang sangat tepat menyuarakan keberpihakan terhadap posisi rakyat yang masih sering terpinggirkan”, urai Puput Juang dalam rilisnya.
Sebagaimana terjadi pada nasib para petani Urut Sewu yang masih menggantung paska pemagaran lahan pertanian mereka.
Lulu Ratna mewakili dewan juri untuk kategori Fiksi Pendek Pelajar dan Mahasiswa menjelaskan dalam laporan kerja penjuriannya
“Film pemenang pada kategori ini dipilih karena bisa mengoptimalkan bahasa visualnya walaupun masih menyisakan pesan secara verbal”.
Melawan Arus bercerita tentang Siti (Eti Puspitasari) yang percaya bahwa proses penangkapan suaminya Yono (Deni Noviyana) merupakan fitnah akibat konsekuensi rumit dari sengketa tanah antara petani dan TNI yang tak kunjung berujung kejelasan. Situasi tak menentu berujung pada keinginan pindah dari Yono yang ditolak oleh Siti. Siti ngotot untuk tetap tinggal dan terus berjuang bercocok tanam di lahan tesebut.
Eka Saputri yang hadir terlambat pada malam penganugerahan menjelaskan proses filmnya.
“Film ini terinspirasi dari karya kakak kelas, mba Dewi Nuraeni yaitu Urut Sewu Bercerita”.  Film terdahulu produksi: Sangkanparan yang kebetulan juga menang pada Malang Film Festival tahun sebelumnya untuk kategori dokumenter pendek.
“Ada kesempatan untuk mewujudkan ide tersebut sebagai film fiksi yang semoga bisa kembali mengingatkan bahwa perjuangan masyarakat Urut Sewu masih berlanjut, terutama dikuatkan peran para perempuan yang turut melawan”, sambung Eka.
Produksi film Melawan Arus berhasil terwujud lewat kerja kolektif dan kolaborasi program Sinema Kedung Meng Desa-Desa pada 11 Agustus hingga 5 November 2017. Sebuah rangkaian yang di pelaksanaan tahun keduanya bisa menghadirkan lokakarya produksi difasilitasi Cinema Lovers Community (CLC Purbalingga). CLC yang sudah tidak diragukan pengalamannya dalam pendampingan produksi film karya pelajar. Keseluruhan rangkaian program dikelola oleh Komunitas Kedung (Kebumen) di bawah naungan Jaringan Kerja Film Banyumas Raya (JKFB) yang didukung penuh bantuan untuk masyarakat film dari Pusat Pengembangan Perfilman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Pusbang Film) serta Perpusda Kebumen, Roemah Martha Tilaar Gombong dan Sangkanparan (Cilacap). [put]

Kericuhan Warnai Public Hearing RAPBD

Kericuhan terjadi saat Public hearing (dengar pendapat) tentang Rancangan Peraturan Daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Kebumen tahun 2017  di ruang rapat Paripurna DPRD Kebumen, Jumat (16/12/2016). Hal tersebut dipicu permasalahan draft nota keuangan RAPBD yang diberikan kepada sejumlah peserta sidang tidak sesuai dengan yang semestinya. Bahkan, salah satu anggota DPRD, Makrifun yang juga anggota Badan Anggaran meminta agar nota keuangan ditarik dari peserta sidang. Makrifun sangat menyayangkan atas kejadian yang memalukan terjadi pada rapat Paripurna tersebut. kejadian tersebut seharusnya tidak terjadi dalam sidang DPRD Kebumen.
“Saya minta nota keuangan ditarik dari seluruh peserta sidang dan diganti dengan nota keuangan yang sesuai,” tegas politisi Partai Gerindra tersebut saat menginterupsi sidang.
Sementara peserta lainnya, Fuad yang merupakan perwakilan LSM Forum Masyarakat Sipil (Formasi) menyebut bahwa RAPBD tahun 2017 dapat dikatakan cacat hukum. Pasalnya, pembahasan mengenai RAPBD sudah salah sejak awal.
“Kesalahan itu meliputi segala aspek seperti prinsip, kepatuhan terhadap perundang-undangan yang berlaku, administrasi, substansi, proses, hingga mekanismenya,” ungkap Fuad.
Kesalahan tersebut menurut Fuad mengenai keterlambatan penyerahan draft Raperda karena perubahan Satuan Organisasi dan Tata Kerja sesuai PP Nomor 18 Tahun 2016 namun dalam konsideran PP tersebut tidak dicantumkan. Fuad menambahkan, dalam konsideran nomor 34 tertulis Perda Nomor 17 tahun 2010 tentang RPJMD tahun 2010-2015 masih digunakan sebagai acuan RAPBD tahun 2017. Padahal RPJMD tersebut sudah tidak lagi digunakan.
“Draft Raperda ini hanya copy paste,” tegas Fuad.
Public hearing tersebut dihadiri oleh legislatif, eksekutif, LSM, Camat dan perwakilan kepala desa. Hingga batas waktu yang ditentukan draft nota keuangan yang diinginkan belum juga ada, maka Public hearing dihentikan pada pukul 16.00 WIB. Kemudian dilanjutkan pembahasan lebih lanjut oleh pimpinan DPRD, Badan Anggaran, eksekutif dan tim penyusunan RAPBD usai Public hearing. (LHR/Kn07)
 sumber >> (kebumennews.com) 

Berharap ada Solusi Air Asam Jadi Air Tawar

Kebumen- Masyarakat desa Madurejo kecamatan Puring kabupaten Kebumen Jawa Tengah berharap pemerintah memberikan modal untuk usaha peternakan. Hal ini mengingat bahwa desa ini setiap musim penghujan merupakan daerahlanggananbanjir sehingga sulit untuk panen dua kali setahun. “Untuk satu musim panen saja kami kadang  tiga bahkan empat kali tanam karena terus dilanda banjir. Ini daerah rendah sehingga sebagai pembuangan air hujan,”ujar  warga  (37) yang tinggal di dukuh Kepudang desa Madurejo.
Warga haya pasrah dan menunggu air surut untuk bisa di Tanami kembeli, untuk sementara yang bisa di panen sayuran kakung sebagai hasil pertanian tetap saat seperti ini,
Untuk saat ini masyarakat madu rejo puring, berharap ada solusi terkait suber air yang ada di desa madu rejo bisa di tangani maslahnya air sumur rasa asam, hanya da 2 sumur yang berasa tawar yaitu di masjid dan rumah warga hanya satu,
Untk mendapatkan air tawar masyrakat harus beli perjligen tiap bagi untuk komsumsi utama masak dan minum, dengan harag perjiglen sekitar 2000-3000. Harapan masyrakat adanya KKNMahasiswa Saat ini bisa member solusi terkait air rasa asam dan pemerintah bisa memberikan solusi ini pada masyrakatnya ujar salah satu warga saudara X.  masyarakat yang selama ini dikenal sebagai desa tertinggal ini. (b 1)

Penambangan Batu Tidak Jauh dari Kampus LIPI

Kebumen News >> Karangsambung, Kebumen,Jawa Tengah. Seperti kita ketahui, Karangsambung merupakan laboratorium geologi alam terlengkap. Di sana mahasiswa dan ilmuwan bisa meneliti batuan yang sebenarnya hanya bisa ditemukan di lantai samudera, tetapi karena proses tektonik, batuan tersebut terangkat ke daratan.
Misalnya sekis mika. Batuan ini sebenarnya adalah lantai benua yang menjadi alas Pulau Jawa, namun di Karangsambung, batuan ini bisa ditemukan di Kali Brengkok. Karena begitu pentingnya Karangsambung sebagai laboratorium alam yang membuktikan teori tektonik lempeng, kelestarian bebatuan tersebut sudah sepatutnya dijaga. Penambangan batu di lokasi-lokasi yang banyak terdapat batuan purba selain mengakibatkan kerusakan lingkungan juga dapat memusnahkan bukti-bukti bawa kulit bumiitu bergerak di lasir di intagram peduli lingkungan dan cagar alam kebumen (uudgram )
Ayuh tag ke Instagram @kebumennews dan  #kebumennews atau #pedulilingkungansekitarkita photo anda dan lokasi bermafaat buat orang bayak dan otomatis detlen gamabar di samping artikel  #news

Negosiator Urutsewu di DPRD “Dipagari” Tentara

Kebumen News – Ada yang menarik untuk dicatat padaaksi petani Urutsewu saat tim negosiator mereka dimediasi oleh Komisi A DPRDKebumen, dalam “pertemuannya” dengan pelaksana pemagaran pesisir yang tengah diprotes para petani. Audiensi yang digelar di ruang meeting Sekretariat DPRD (Sekwan) itu ternyata “dikepung” beberapa oknum tentara. Sampai-sampai Dandim 0709 Kebumen, Letkol Inf. Putra Widyawinaya, SH pun ada di sekitar bawahannya itu.  Ihwal keberadaan tentara bertongkat di seputar gedung Sekwan itu, mungkin mengawal atasannya. Namun boleh jadi “situasi tak aman” tengah mengancam negara, sehingga polisi tak cukup untuk mengamankan aksi petani Urutsewu.
Yang jelas, kenyataan ini dipertanyakan oleh Koordinator UrutSewu Bersatu Widodo Sunu Nugroho, pada awal dimulainya audiensi sebagaimana yang direncanakan dalam skenario aksi (8/7) hari itu.
“Ini bukan audiensi, sebagaimana dimaksud dalam permohonan petani”, dalihnya. Melainkan sebuah mediasi. Sedangkan dari dahulunya para petani menyadari bahwa pemerintah daerah termasuk DPRD tak memiliki kewenangan apa pun dalam kaitan penyelesaian konflik tanah pesisir Urusewu.
Rupanya memang ada skenario untuk “menyederhanakan” konflik agraria Urutsewu, dengan pendekatan parsial dan kasuistik tentang pemagaran pesisir saja. Itu sebabnya agenda audiensi tim negosiator berupah menjadi “mediasi” dengan fasilitator Komisi A DPRD KebumenKesederhanaan, Menjadi Pegangan Hidup Anggota DPRD Yang Satu Ini. Read more … ». Maka didatangkan lah para pelaksana (baca: pekerja pemagaran) berikut Komandan Dislitbangad Kusmayadi di gedung Sekwan itu, lengkap dengan regu koersif militernya. (AP)

Batu Akik Kebumen Siap pake



Suara_Muda>> berbagai jenis batu akik asli kebumen siap di jualan melalui pesanan dan siap kirim dari berbagai jenis batu asli kebumen dari badar besi,  jenis liontin dan cincin harga bersahabat dari 60 ribu, 100 ribu dan 200 ribu perbiji siapkan kebutuhan berapa saja, batu akik dari kebumen, Kalau batu yang sepesial  coraknya dari 300-700 ribu minat bisa Email: bacayuh@gmail.com
 

.

Support : Creating Website | bahrun grup | simponi
Copyright © 2011. Suara Muda Kebumen - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by cs
Proudly powered by Blogger