Showing posts with label mahasiswa. Show all posts
Showing posts with label mahasiswa. Show all posts
1/24/2015
-->
Rangka Renui Alumi Lintas Angkatan IAINU kebumen
Dalam rangka renui lintas angkatan IAINU kebumen di hibur grup musik alumi yang berlangsung di kampus iainu kebumen yang ke tujuh kali rutin tri wulunan. Dalam rangka silahturohim. Kegiatan sela judnya yang akan di laksanakan bulan mei tgl 16 mei 2015. Di pantai bocor Vidio bisa di lihat disini( Musik Dari Alumi Eko Grup )
10/27/2013
Sumpah Pemuda Kebumen Berpusat di Tugu Lawet
SuaraMuda-Peringatan sumpah pemuda yang di lakukan oleh para mahasiswa kebumen jam 20.00 Wib-sampai selesi dengan kawal polisi, berpusat di tungu lawet Kebumen, melingkarai dengan menyalakan lilin sebagai simbol keprihatianan para pengambil kebijakan, terkait mengenang para pahlawa sebagai mana perjuang para pemuda yang gigih tampa mudah menyerah melawan penjajah untuk perjuang bangsa.
Kegiatan yang di lanjutkan di makam pahlawan. Refleksi sumpah pemuda yang di lakukan PMII kebumen dan komsariat stainu kebumen. karena melihat masih jauh peran pemuda terkait peranan kebijakan di pemerintahan, dan masih banyaknya anak-anak pemuda yang putus sekolah, pengaguran dan masih belum mendapat keadilan.
Di mana peranan pemuda di dalam perjuangan sanagt gigigh untuk saat ini masih di lihat sebelah mata. sepeatutnya pemuda tidak lagi hanya dalam posisi perpaku tangan atau inisiatif dari pemerintah dari pemeritah daerah untuk bersama-sama berperan mengisi pembangunan daerah, pemuda yang manpu menbaca tanda-tanda zamannya , seyogyanya telah berbeda pada pemilihan penguatan kelembagaan lokal, guna mendorong kesadaran semua elemen masyrakat untuk lebih terlibat aktif mendorong percepatan pembanguna daerah denganbaik dan sesuai aturan yang telah di tetapkan.
Pemuda harus menyadari bahwa harapan dan cita-cita kemerdekaan akan kedaultan sepenuhnya untuk rakyat ,dengan semangat demokrasi oleh dan untuk rakyat , di era desentralisasi ini. berada di pumdak pemuda.
Label:
mahasiswa,
suara muda
10/09/2013
Ajak Anak Muda Lebih Kreatif Lewat Fashion
KOMPAS.com - Kalangan muda, terutama para mahasiswa dan mahasiswi yang semakin dekat dengan dunia kerja, semestinya mulai berani mengembangkan potensi dan menggali kreativitas untuk bertumbuh menjadi pribadi mandiri. Salah satu cara menggali potensi dan kreativitas adalah dengan menggeluti dunia fashion, menjadifashionpreneur.
Industri kreatif, termasuk fashion di dalamnya, membuka peluang bagi siapa saja yang memiliki passion untuk terjun di dalamnya. Akan lebih baik jika kalangan muda membekali diri dengan ilmu fashion kalau ingin terjun di industri ini. Meski begitu, siapa saja yang punya minat bisa mengembangkan kemampuan, dengan berbagai cara untuk bisa memahami dunia mode dan bisnisnya.
Salah satu cara untuk menggali potensi dan minat adalah dengan terlibat dalam ajang fashion yang melibatkan kalangan muda. UI Fashion Week 2012 digelar pertama kalinya untuk memenuhi kebutuhan ini. Yakni, mewadahi anak muda yang berminat di bidang fashion dan ingin menciptakan kesempatan lebih luas di industri mode. Berlangsung 30 Agustus hingga 2 September 2012 di Kuningan City, Jakarta, ajang mode ini melibatkan 30 desainer muda dan ternama yang akan tampil di pagelaran busana, juga 15 label fashion lokal yang terlibat dalam pameran.
Menurut salah satu penggagas ajang mode ini, Yuke Adora Iskandar, mahasiswa dari dan di luar Universitas Indonesia memiliki ketertarikan tinggi untuk terlibat dalam fashion week ala mahasiswa ini. "Antusiasmenya tinggi, untuk panitia saja yang mendaftar 300 orang, sehingga kami harus melakukan audisi. Hingga terpilih 80-90 panitia, dan 70 volunteer dari berbagai kampus. Mereka punya minat yang tinggi terhadap fashion, bukan hanya punya styleyang beda tapi juga punya keahlian di bidang fashion, padahal kebanyakan bukan siswa sekolah mode, juga tidak pernah belajar fashion secara formal," tuturnya kepada Kompas Female seusai jumpa pers di Kuningan City Jakarta, Kamis (30/8/2012).
Desainer muda ternama anggota Ikatan Perancang Mode Indonesia (IPMI), Barli Asmara, turut tampil dalam fashion show di ajang mode ini. Kehadiran Barli sekaligus memberikan inspirasi, bahwa dengan passion dan keinginan untuk terus belajar, siapa pun bisa menggeluti bidang fashion dan menjadi fashion designer.
"Saya dulu tidak sekolah mode karena memang tidak diizinkan. Namun saya belajar dari pengalaman. Saya pikir, banyak yang juga memiliki pengalaman sama. Jadi tak perlu ragu jika memang ingin terjun di bidang fashion meski bukan berasal dari sekolah mode. Kalau ada talenta pasti ada jalannya. Namun, membangun industri kecil memang tidak gampang. Harus mau belajar, banyak bertanya, tidak merasa malu karena selalu ingin tahu, dan harus tahu apa yang orang suka. Saya berharap mahasiswa bisa menjadi fashionpreneur, bisa bertahan dan bukan sekadar main-main di bidang fashion," jelasnya.
Bagi Barli, fashion week yang diadakan kalangan mahasiswa ini dapat menjadi sarana edukasi fashion bagi kalangan muda dan masyarakat luas.
"Edukasi bukan hanya dari cara berpakaian, tapi juga mencontohkan agar anak muda tidak konsumtif belanja, namun terdorong untuk menciptakan produk fashion sendiri. Agar anak muda tidak selalu menjadikan produk luar sebagaifashion icon yang harus kita beli dan pakai, tetapi lebih memilih produk fashion lokal," jelasnya.
Selain Barli, sejumlah desainer ternama pun terlibat dalam ajang mode ini di antaranya Ghea Panggabean, LENNOR by Lenny Agustin, serta Danjyo Hiyoji. Sementara label lokal yang bisa didapatkan di area pameran di antaranya Legal & Crime, Zalora, Ophidio, Old Blue Co., Jack Hammer, de.cada.dia, Canvas Label, X(S)ML, Alexalexa, Nainsook, dan lainnya.
Industri kreatif, termasuk fashion di dalamnya, membuka peluang bagi siapa saja yang memiliki passion untuk terjun di dalamnya. Akan lebih baik jika kalangan muda membekali diri dengan ilmu fashion kalau ingin terjun di industri ini. Meski begitu, siapa saja yang punya minat bisa mengembangkan kemampuan, dengan berbagai cara untuk bisa memahami dunia mode dan bisnisnya.
Salah satu cara untuk menggali potensi dan minat adalah dengan terlibat dalam ajang fashion yang melibatkan kalangan muda. UI Fashion Week 2012 digelar pertama kalinya untuk memenuhi kebutuhan ini. Yakni, mewadahi anak muda yang berminat di bidang fashion dan ingin menciptakan kesempatan lebih luas di industri mode. Berlangsung 30 Agustus hingga 2 September 2012 di Kuningan City, Jakarta, ajang mode ini melibatkan 30 desainer muda dan ternama yang akan tampil di pagelaran busana, juga 15 label fashion lokal yang terlibat dalam pameran.
Menurut salah satu penggagas ajang mode ini, Yuke Adora Iskandar, mahasiswa dari dan di luar Universitas Indonesia memiliki ketertarikan tinggi untuk terlibat dalam fashion week ala mahasiswa ini. "Antusiasmenya tinggi, untuk panitia saja yang mendaftar 300 orang, sehingga kami harus melakukan audisi. Hingga terpilih 80-90 panitia, dan 70 volunteer dari berbagai kampus. Mereka punya minat yang tinggi terhadap fashion, bukan hanya punya styleyang beda tapi juga punya keahlian di bidang fashion, padahal kebanyakan bukan siswa sekolah mode, juga tidak pernah belajar fashion secara formal," tuturnya kepada Kompas Female seusai jumpa pers di Kuningan City Jakarta, Kamis (30/8/2012).
Desainer muda ternama anggota Ikatan Perancang Mode Indonesia (IPMI), Barli Asmara, turut tampil dalam fashion show di ajang mode ini. Kehadiran Barli sekaligus memberikan inspirasi, bahwa dengan passion dan keinginan untuk terus belajar, siapa pun bisa menggeluti bidang fashion dan menjadi fashion designer.
"Saya dulu tidak sekolah mode karena memang tidak diizinkan. Namun saya belajar dari pengalaman. Saya pikir, banyak yang juga memiliki pengalaman sama. Jadi tak perlu ragu jika memang ingin terjun di bidang fashion meski bukan berasal dari sekolah mode. Kalau ada talenta pasti ada jalannya. Namun, membangun industri kecil memang tidak gampang. Harus mau belajar, banyak bertanya, tidak merasa malu karena selalu ingin tahu, dan harus tahu apa yang orang suka. Saya berharap mahasiswa bisa menjadi fashionpreneur, bisa bertahan dan bukan sekadar main-main di bidang fashion," jelasnya.
Bagi Barli, fashion week yang diadakan kalangan mahasiswa ini dapat menjadi sarana edukasi fashion bagi kalangan muda dan masyarakat luas.
"Edukasi bukan hanya dari cara berpakaian, tapi juga mencontohkan agar anak muda tidak konsumtif belanja, namun terdorong untuk menciptakan produk fashion sendiri. Agar anak muda tidak selalu menjadikan produk luar sebagaifashion icon yang harus kita beli dan pakai, tetapi lebih memilih produk fashion lokal," jelasnya.
Selain Barli, sejumlah desainer ternama pun terlibat dalam ajang mode ini di antaranya Ghea Panggabean, LENNOR by Lenny Agustin, serta Danjyo Hiyoji. Sementara label lokal yang bisa didapatkan di area pameran di antaranya Legal & Crime, Zalora, Ophidio, Old Blue Co., Jack Hammer, de.cada.dia, Canvas Label, X(S)ML, Alexalexa, Nainsook, dan lainnya.
Penulis :
Wardah Fazriyati
Editor :
wawa
Label:
mahasiswa
10/08/2013
Kaum muda Indonesia sudah "melek" media
Dunia perpolitikan saat ini dituntut mampu menangkap potensi era digital dalam melakukan komunikasi politik kepada masyarakat. Para politikus atau aktor politik di Indonesia kini harus mampu membidik sosial media seperti facebook dan twitter dalam kampanye politik.
"Hal ini terlihat dari kenyataan di mana di Indonesia pada 2013 ini terdapat sekira 75 juta masyarakat pengguna internet. Sementara dalam Pemilu (Pemilihan Umum) 2014 mendatang, 63 persen pemilih adalah masyarakat yang tinggal di Pulau Jawa," ucap penulis buku Political Branding and Public Relation, Silih Agung Wasesa kepada wartawan, di Universitas Gajah Mada (UGM), Yogyakarta, Kamis (6/6/2013).
"57 persen di antaranya adalah kaum muda yang melek media. Ketika politikus atau partai politik fokus kampanye pada kaum muda melek media saja, kemungkinan menangnya sudah cukup besar," imbuhnya.
Sebelumnya, Silih Agung mengungkapkan, di era penggunaan sosial media, dalam pencitraan politik akan memberikan kemungkinan adanya kampanye politik tidak lagi memerlukan kerumunan orang.
"Ketika era digital sudah diterapkan secara total oleh para aktor politik, akan ada suatu masa, di mana proses kampanye politik maupun pemilihan eksekutif maupun legislatif benar-benar digital dan terpantau secara real time online," katanya.
Silih mengatakan, kampanye melalui sosial media justru hanya diperlukan sebuah perangkat seperti laptop atau smart phone untuk dapat memantau politik dan kebiasaan pemilih. "Sosial media memiliki posisi strategis untuk digunakan dalam proses kampanye politik," pungkasnya.
Sumber -Sindonews.com
"Hal ini terlihat dari kenyataan di mana di Indonesia pada 2013 ini terdapat sekira 75 juta masyarakat pengguna internet. Sementara dalam Pemilu (Pemilihan Umum) 2014 mendatang, 63 persen pemilih adalah masyarakat yang tinggal di Pulau Jawa," ucap penulis buku Political Branding and Public Relation, Silih Agung Wasesa kepada wartawan, di Universitas Gajah Mada (UGM), Yogyakarta, Kamis (6/6/2013).
"57 persen di antaranya adalah kaum muda yang melek media. Ketika politikus atau partai politik fokus kampanye pada kaum muda melek media saja, kemungkinan menangnya sudah cukup besar," imbuhnya.
Sebelumnya, Silih Agung mengungkapkan, di era penggunaan sosial media, dalam pencitraan politik akan memberikan kemungkinan adanya kampanye politik tidak lagi memerlukan kerumunan orang.
"Ketika era digital sudah diterapkan secara total oleh para aktor politik, akan ada suatu masa, di mana proses kampanye politik maupun pemilihan eksekutif maupun legislatif benar-benar digital dan terpantau secara real time online," katanya.
Silih mengatakan, kampanye melalui sosial media justru hanya diperlukan sebuah perangkat seperti laptop atau smart phone untuk dapat memantau politik dan kebiasaan pemilih. "Sosial media memiliki posisi strategis untuk digunakan dalam proses kampanye politik," pungkasnya.
Sumber -Sindonews.com
Label:
kebijakan,
mahasiswa,
Pendidikan
2/16/2013
S2 di Kebumen Telah Di Buka
Suara_Muda-Kenyataan pluralisme bangsa dan semakin cepatnya arus globalisasi
ditengah pergaulan internasional merupakan hal yang tidak bisa di
hindari oleh STAINU Kebumen sebagai salah satu Perguruan Tinggi Agama
Islam. Kenyataan ini mengharuskan STAINU Kebumen untuk ikut
bertanggungjawab secara moral dan akademik untuk mengkaji Islam,
menyebarkan perdamaian dan menyampaikan ke seluruh masyarakat sesuai
dengan cita-cita Tri Dharma Perguruan Tinggi, serta memberdayakan
sumber daya manusia yang ahli dalam Ilmu Agama Islam, beriman, dan
bertakwa.
Sejalan dengan itu, sebagai wujud tanggungjawabnya, STAINU Kebumen
baru saja meresmikan program pascasarjana (S2). Peresemian Program
Pascasarjana dilakukan di gedung baru Pascasarjana STAINU Kebumen dengan
cara mujahadah bersama (Selasa, 5 Februari 2013). Peresmian dihadiri
oleh para Alim ‘Ulama, petinggi kampus, dosen dan karyawan serta
sejumlah pejabat pemerintahan Kabupaten Kebumen.
Program Pascasarjana ini merupakan jenjang pendidikan formal yang
bertujuan memberikan kesempatan bagi para sarjana yang ingin
meningkatkan kapasitas keilmuannya. Ijin operasional program
pascasarjana ini berdasarkan SK. Dirjend Pendidikan Islam Nomor 2744
Tahun 2012. Adapun program studi yang ada yaitu Menejemen Pendidikan
Islam.
Keberadaan program pascasarjana ini, semakin memantapkan visi misi
STAINU Kebumen sebagai Perguruan Tinggi Islam yang bergerak dalam bidang
pengembangan keislaman dan keilmuan yang kontributif bagi khazanah
peradaban. Harapannya, program pascasarjana ini mampu menjadi program
pascasarjana yang unggul dan terkemuka dalam pemaduan dan pengembangan
studi keislaman dan keilmuan bagi kemajuan peradaban.
Ditengah menggiatnya gejolak pemahaman (great debate)
positivisme dan postmodernisme, merupakan langkah tepat bagi STAINU
Kebumen saat ini membuka program pascasarjana (S2). Tidak lain, untuk
meng-counter (menangkal) terhadap pemahaman-pemahaman nilai
yang beredar bebas di masyarakat yang dapat mengancam degradasi moral
bangsa serta nilai-nilai tradisi lokal.
Dengan demikian, STAINU Kebumen sebagai kampus yang berada di daerah,
mau tidak mau harus mempersiapakan diri untuk berdiri sejajar dengan
kampus lain yang sudah maju, untuk berjuang bersama mengisi cita-cita
kemerdekaan Republik Indonesia yaitu memajukan kesejahteraan dan
mencerdaskan kehidupan bangsa. (La) Keterangan Lebih Lengkap Klik Aja Ini Kawan
2/15/2013
Ingat Warisan Leluhur Jas Merah Dan Cengkir
![]() |
| suara Muda Kebumen |
SuraMuda-Kehidupan adalah bersifat estafet. yang muda akan menggantikan yang tua, dan yang tua tinggal istirahat menyaksikan para generasi muda yang menggantikannya. di era modern sekarang banyak kawula muda yang melupakan akan wasiat leluhurnya, sehingga mereka pincang dalam perjalanannya. kenakalan kawula muda merajalela, prestasi kawula muda menurun, mereka bingung menentukan masa depan. yang mereka andalkan hanyalah orang tua, leluhur yang dapat dibanggakan. kalau seperti ini apa mungkin cukup sampai di sini perjuangan leluhur ? padahal kawula muda yang sejati adalah mereka yang dapat membuktikan kepada leluhurnya bahwasanya inilah kami kawula muda, bukan inilah leluhur kami.
Wahai kawula muda ingatlah wasiat leluhur kita hanyalah jas merah dan cengkir.tiga kata tersebut sangat simpel, tapi mengandung makna yang sangat dalam, yang tidak stiap orang dapat menyelaminya. perlu dikupas bahwasanya jas merah adalah sanepan dari " jangan lupakan sejarah " sedangkan cengkir adalah " kencenge pikir ", maksudnya adalah kita sebagai kawula muda adalah harus ingat pada sejarah, sehingga jika kita ingat pada sejarah, secara otomatis pikiran kita akan beraksi, nah dalam aksinya ini yang kuat, artinya kita gunakan pikiran dengan sungguh-sungguh, jangan hanya berpikir belaka.
Dalam mengingat sejarah setidaknya adalah sejarah diri sendiri dan orang tua, siapakah saya ? apa sih saya ? dari mana saya ? harus bagaimana saya ? untuk apa saya ? dan kenapa sih saya ? ketika kawula muda dapat mengelupas tentang dirinya sampai sedetail itu, maka ada kemungkinan generasi muda sekarang sudah siap untuk diterjunkan ke dalam kehidupan yang sejati menuju pada kehidupan yang abadi.
( Nur Kholik, Mahasiswa Stainu Kebbumen )
Label:
Karya Anak Muda,
mahasiswa,
suara muda
5/21/2012
Grup Band Soluna SMKN 1 Gombong Juara Festival Band STAINU
Tampil atraktif dan ringan tanpa beban, suara penyanyi yang bening dan tinggi oktafnya ditambah kemampuan gitaris yang mendayu-dayu drummer yang berhasil memukau penonton rupanya menjadi kunci penampilan Soluna Grupband asal SMKN 1 Gombong pada STAINU Competition, Minggu 20 Mei 2012. Tampil seperti show, bukan seperti tengah mengikuti kompetisi Soluna akhirnya menjadi juara pertama Festival Band STAINU Kebumen 2012.
Festival band merupakan puncak rangkaian acara STAINU Competition yang dilaksanakan sejak 14 Mei 2012 – 20 Mei 2012. Hari pertama merupakan pembukaan STAINU Competition, acara dibuka langsung oleh Ketua STAINU Kebumen, Imam Satibi, M Pd. I, saat itu pesannya adalah kompetisi itu sunnatullah, karena manusia sejak masih menjadi sperma dan ovum telah mengalami kompetisi, yang menjadi juara inilah manusia yang dilahirkan ke dunia.
Hari pertama adalah MTQ Tilawah, yang berhasil menjuarai untuk juara pertama Tilawah Putra adalah Faiz Nasrullah dari MA Salafiyah Wonoyoso kemudian juara kedua Dedi Irawan dari MAPK Ma’arif 01 Kebumen, dan juara ketiga Miftahudin dari SMK Ma’arif 4 Kebumen, kemudia untuk Tilawah Putri juara pertama Barokatul Mu’tamaroh dar MAN Kebumen 1, kedua Muhibatun Nasiroh (MA Salafiyah Wonoyoso), dan ketiga Tri Yuniarti dari SMK Batik Sakti 1 Kebumen.
Pada hari pertama juga digelar lomba Wide game yang diikuti oleh Gerakan Pramuka dari SMA/SMK dan MA se- Kabupaten Kebumen. Juara pertama putra dan puteri digondol oleh gerakan pramuka dari SMAN 2 Kebumen. Dan juara kedua putra dan puteri diraih gerakan pramuka dari MAN Kebumen 1.
Pada hari kedua digelar lomba Pidato Bahasa Jawa dan Bahasa Inggris. untuk bahasa Jawa juara pertama Eni Kusnawati dari SMAN Kutowinangun, juara kedua Norman Arta Wicaksono dari SMKN 1 Kebumen, dan juara ketiga Riyana Dwi dari SMAN 2 Kebumen. sementara untuk pidato bahasa inggris keluar sebagai juara Rigi Sejatining Ayu dari SMKN 1 Kebumen, juara kedua azhar Lina dari SMAN 1 Kutowinangun, dan Novi Nurjanah dari SMK Batik Sakti 1 Kebumen.
Pada hari ketiga digelar lomba Voli antar pelajar SMA,SMK dan MA se-Kabupaten Kebumen, kejuaraan untuk voli adalah juara satu, dua dan dua juara tiga. Juara satu adalah grup voli dari SMK Ma’arif 02 Gombong, juara kedua SMK Bina Karya 2 Karanganyar da Juara ketiga 1 dari MAN Gombong dan juara ketiga 2 dari SMAN 2 Kebumen.
Hari keempat yaitu Kamis, 17 Mei 2012 digelar Lomba Karya Tulis Ilmiah yang dimenangi oleh Arif Saputra dari SMK Ma’arif 04 Kebumen, sebagai juara pertama juara kedua diraih oleh Nisa Novaeni dari SMAN 1 Kutowinangun dan juara ketiga Lilis Setyawati dari SMK Batik Sakti 1 Kebumen.
Hari Sabtu, 19 Mei 2012 lomba Puisi Kreatif yang dijuarai oleh kelompok seni dari SMK Ma’arif 01 Kebumen, juara kedua diraih oleh kelompok seni dari SMK Batik Sakti 1 Kebumen dan juara ketiga kelompok seni dari SMAN 2 Kebumen.
Puncak acara STAINU Competition adalah festival band peajar se-Kebumen juara pertama Grupband Soluna dari SMKN 1 Gombong, juara kedua grupband M2 dari SMAN 1 Kutowinangun dan juara ketiga grupband Antiseptik dari SMK Ma’arif 04 Kebumen.(Brs)
Festival band merupakan puncak rangkaian acara STAINU Competition yang dilaksanakan sejak 14 Mei 2012 – 20 Mei 2012. Hari pertama merupakan pembukaan STAINU Competition, acara dibuka langsung oleh Ketua STAINU Kebumen, Imam Satibi, M Pd. I, saat itu pesannya adalah kompetisi itu sunnatullah, karena manusia sejak masih menjadi sperma dan ovum telah mengalami kompetisi, yang menjadi juara inilah manusia yang dilahirkan ke dunia.
Hari pertama adalah MTQ Tilawah, yang berhasil menjuarai untuk juara pertama Tilawah Putra adalah Faiz Nasrullah dari MA Salafiyah Wonoyoso kemudian juara kedua Dedi Irawan dari MAPK Ma’arif 01 Kebumen, dan juara ketiga Miftahudin dari SMK Ma’arif 4 Kebumen, kemudia untuk Tilawah Putri juara pertama Barokatul Mu’tamaroh dar MAN Kebumen 1, kedua Muhibatun Nasiroh (MA Salafiyah Wonoyoso), dan ketiga Tri Yuniarti dari SMK Batik Sakti 1 Kebumen.
Pada hari pertama juga digelar lomba Wide game yang diikuti oleh Gerakan Pramuka dari SMA/SMK dan MA se- Kabupaten Kebumen. Juara pertama putra dan puteri digondol oleh gerakan pramuka dari SMAN 2 Kebumen. Dan juara kedua putra dan puteri diraih gerakan pramuka dari MAN Kebumen 1.
Pada hari kedua digelar lomba Pidato Bahasa Jawa dan Bahasa Inggris. untuk bahasa Jawa juara pertama Eni Kusnawati dari SMAN Kutowinangun, juara kedua Norman Arta Wicaksono dari SMKN 1 Kebumen, dan juara ketiga Riyana Dwi dari SMAN 2 Kebumen. sementara untuk pidato bahasa inggris keluar sebagai juara Rigi Sejatining Ayu dari SMKN 1 Kebumen, juara kedua azhar Lina dari SMAN 1 Kutowinangun, dan Novi Nurjanah dari SMK Batik Sakti 1 Kebumen.
Pada hari ketiga digelar lomba Voli antar pelajar SMA,SMK dan MA se-Kabupaten Kebumen, kejuaraan untuk voli adalah juara satu, dua dan dua juara tiga. Juara satu adalah grup voli dari SMK Ma’arif 02 Gombong, juara kedua SMK Bina Karya 2 Karanganyar da Juara ketiga 1 dari MAN Gombong dan juara ketiga 2 dari SMAN 2 Kebumen.
Hari keempat yaitu Kamis, 17 Mei 2012 digelar Lomba Karya Tulis Ilmiah yang dimenangi oleh Arif Saputra dari SMK Ma’arif 04 Kebumen, sebagai juara pertama juara kedua diraih oleh Nisa Novaeni dari SMAN 1 Kutowinangun dan juara ketiga Lilis Setyawati dari SMK Batik Sakti 1 Kebumen.
Hari Sabtu, 19 Mei 2012 lomba Puisi Kreatif yang dijuarai oleh kelompok seni dari SMK Ma’arif 01 Kebumen, juara kedua diraih oleh kelompok seni dari SMK Batik Sakti 1 Kebumen dan juara ketiga kelompok seni dari SMAN 2 Kebumen.
Soluna tampil Atraktif pada STAINU Competition 2012
Label:
mahasiswa
5/01/2012
PMII Ultimatum Kapolres Kebumen
Acam laporankan Kepolda Kebumen-Pengurus Cabangan Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kebumen Mengutimatum Kapolrs Kebumen AKPBP Heru Trisasono SIK MSi untuk segera lakuka klarifikasi ke media terkait ucapanya yang menuduh angota PMII terindikasi mbuk saat aksi demotrasi di pendopo rumah dinas bupati 16 April kemarin.
Bahkan PMII kebumen mengacam akan melaporkan kasus iini kepolda Jawa Tengah jika sampai 3x24 jam, terhitung sejak senin (30/4), kak polres tak kunjung menberi kejelasan terkait peryataan tersebut yang sempat di muat di stasiun Televisi. "pokonya bila sampai besok tidak ada klarifikasi, kami akan segera kepolda," tandas pengurus advokasi dan pngembangan jaringan PC PMII Kebumen, Eri Listiawan kepada Ekpres(1/5)kemarin.
Eri mengaku kecewa dengan sikap Kapolres dan jajaranya yang terkesan acuh dengan masalah tersebut. sebeluya PMII kebumen telah mengirim surat ke beratan ke Polres Kebumen dengan tembusan Bupati dan ketua DPRD Kebumen. hingga kemarin tak ujung ada respon dari Polres Kebumen. Menurut ketentuan PMII kebumen bukan lah tuntutan sepihak yang serta merta tampa landasan ang tersertruktur.
Langkah PMII kebumen, ujar dia, adalah Amat dari PKC PMII jawatengah dan Pengurus Besar PB PMII sesuai hasil konsolidasi dan diskusi pada forum pertemuan Cabang PMII Se-Nusantara, 24 april lalu. Dia menambahkan sebagai organisasi terbesar ektra kampus di indonesia, pihak PB PMII sangat menyesal statment Kapolres itu. apa lagi hal itu terjadi bertepatan dengan Momentum Hari Lahirnya (harlah) 52 gerakan PMII.
"Makanaya kami di minta untuk segera menyelesaikan khasus ini sesuai undang-udang yang berlaku," Imbuh Eri.selain di tuding mbok juga menyessalkan adaya peryataan salah satu pewira polisi yang mengatakan jika Kapolres akan menbubarkan PMII kebumen. hal tersebut diakui Eri merupakan bentuk arogansi kepolisian karena tidak memiliki landasan hukum dan alasan yang jelas.
pada 16 april kemarin, belasan PMII dan Komunitas Lonk OFF Komunitas skateboard dampingan PMII kebumen) di amakan polisi saat berunjuk rasa di depan Pendopo Rumah Dinas Bupati Kebumen. masa demostran ahirnya di angkut petugas mapolsekta Kebumen. polisi menilai akasi unjuk rasa itu sudah mengganggu ketertiban umum, Apalagi menurut pihak kepolisian aksi demotrasi Mahasiswa tersebut tidak mengantonggi ijin. saat diwawancarai, AKBP Heru tris asono SIK MSi sempat menyebutkan ada indikasi pemdemo dalam kondisi mabok. (Cah) Kebumen Ekpres
Label:
mahasiswa,
Pendidikan
4/30/2012
lomba MTQ ke XXIV Mahasiswa Tingkat Provinsi Jawa Tengah.
PenaPesantren- Sejumlah 7 Mahasiswa Stainu Kebumen
mengikuti lomba Musbaqoh Tilawatil Quran (MTQ) yang terbagi lima kata
gori lomba. Tahfidz, Tilawah, Tafsir Bahasa Ingris dan M2iQ dengan nama ,
Amirudin, Ihsaniatun, Febri Ngirfan Fajri, Nasirotusyifah Elsa H, Ahmad
Habib Aziz, Riki Muyatingsih dan Siti Aniroh. Mengikuti lomba MTQ ke
XXIV Mahasiswa Tingkat Provinsi Jawa Tengah.
“Acara ini akan digelar selama tiga hari. Dari 1 sampai 4 Mei 2012 bertempat di Semarang,” Asramah Haji Trasit Mayaran Jl Abdurrohman shaleh 285 semarang..
Dari ke 7 mahasiswa yang mewakili dari banyaknya mahasiswa stainu kebumen dengan melalui seleksi oleh perguruan Tinggi dan BEM untuk mingirim ke 7 mahasiswa dari banyaknya mahasiswa kampus Stainu. untuk mendukung lomba MTQ Jateng yang akan berlaga dalam arena Seleksi Tilawatil Quran (STQ) Nasional XXIV di Asramah Haji Trasit Mayaran Jl Abdurrohman shaleh 285 semarang.
Dari Kampus Stainu yang sudah dipersiapkan atlet-atlet untuk MTQ yang salah satunya dicetak lewat Kegitan Kampus seperti sekarang ini. “Jadi, berlomba-lombalah untuk mencetak prestasi di ajang MTQ Jateng.”
“Selain untuk ajang mencetak prestasi, pergantian tempat penyelenggaraan MTQ Jateng ini adalah arena yang sangat ideal untuk penguatan dan pendekatan kita kepada Allah SWT. Terimasih kepada Panitia Lomba MTQ Jawa Tengah. kampus Stainu Bisa Ikut dalam ajang lomba kali ini.
“Acara ini akan digelar selama tiga hari. Dari 1 sampai 4 Mei 2012 bertempat di Semarang,” Asramah Haji Trasit Mayaran Jl Abdurrohman shaleh 285 semarang..
Dari ke 7 mahasiswa yang mewakili dari banyaknya mahasiswa stainu kebumen dengan melalui seleksi oleh perguruan Tinggi dan BEM untuk mingirim ke 7 mahasiswa dari banyaknya mahasiswa kampus Stainu. untuk mendukung lomba MTQ Jateng yang akan berlaga dalam arena Seleksi Tilawatil Quran (STQ) Nasional XXIV di Asramah Haji Trasit Mayaran Jl Abdurrohman shaleh 285 semarang.
Dari Kampus Stainu yang sudah dipersiapkan atlet-atlet untuk MTQ yang salah satunya dicetak lewat Kegitan Kampus seperti sekarang ini. “Jadi, berlomba-lombalah untuk mencetak prestasi di ajang MTQ Jateng.”
“Selain untuk ajang mencetak prestasi, pergantian tempat penyelenggaraan MTQ Jateng ini adalah arena yang sangat ideal untuk penguatan dan pendekatan kita kepada Allah SWT. Terimasih kepada Panitia Lomba MTQ Jawa Tengah. kampus Stainu Bisa Ikut dalam ajang lomba kali ini.
Label:
mahasiswa,
Pendidikan
4/06/2012
Seniman Muda Masuk Desa
Pentas Teatter Gerak-Menikmati karya seniman muda kebumen yang kali ini tampil bersma masyrakat, tak seperti biasanya. untuk pentas pada umumya tetater, seniman muda Teater gerak Satinu kebumen kali ini terjun lasung p masuk desa, untuk berbagi dalam dunia seni kampus ke Desa Puwordeso Kecamatan Sruweng, Kabupaten Kebumen, dalam rangka acara perpisahan KKN Stainu Kebumen
Label:
Budaya,
Indahnya desa,
mahasiswa,
Pendidikan
3/29/2012
PMII Cabang Kebumen menggelar aksi demonstrasi menolak kenaikan harga BBM, Selasa (20/03). Sekitar Lima Puluh mahasiswa dengan gabungan dari Aliansi Masyarakat Marginal memulai aksinya dari Kampus STAINU Kebumen menuju gedung DPRD Kebumen.



Yang di susul aksi lebih besar pada hari kamis tgl 29 maret 2012, sekitar 800 Mahasiswa stainu kebumen dan sekali gus Rector stainu ikut turun ikut masa aksi ke gedung DPRD kebuemen, untuk menyatakan sikap menolak kenaikan BBM.
Menurut Koordinator lapangan Eri Listiawan, aksi ini dilakukan untuk mensikapi kebijakan pemerintah terkait rencana kenaikan BBM (Bahan Bakar Minyak).
"Kenaikan harga BBM bukan solusi tepat untuk menjawab persoalan pada saat ini. Hal ini justru akan menambah derita masyarakat dengan melambungnya harga bahan pokok di pasaran," teriak eri dalam orasinya.
Tak lama menggelar aksi, para demonstran diterima di gedung DPRD kebumen oleh oleh Ketua DPRD Budihiyanto dan beberapa anggota dewan lainnya.
Dalam tuntutannnya, Abdulloh Maulana Ketua Umum PMII Cabang Kebumen mengatakan, kedatangan mereka ke Gedung DPRD Kebumen adalah untuk menyampaikan aspirasi terkait penolakan kenaikan Harga BBM kepada DPRD sebagai wakil rakyat.
Karena tidak adanya tanggapan yang berarti dari anggota DPRD yang hadir, para peserta aksipun meninggalkan ruangan sambil meneriakan penolakan kenaikan harga BBM.
Kampus di Kebumen Serbu DPRD Menolak Kenaikan BBM



Yang di susul aksi lebih besar pada hari kamis tgl 29 maret 2012, sekitar 800 Mahasiswa stainu kebumen dan sekali gus Rector stainu ikut turun ikut masa aksi ke gedung DPRD kebuemen, untuk menyatakan sikap menolak kenaikan BBM.Menurut Koordinator lapangan Eri Listiawan, aksi ini dilakukan untuk mensikapi kebijakan pemerintah terkait rencana kenaikan BBM (Bahan Bakar Minyak).
"Kenaikan harga BBM bukan solusi tepat untuk menjawab persoalan pada saat ini. Hal ini justru akan menambah derita masyarakat dengan melambungnya harga bahan pokok di pasaran," teriak eri dalam orasinya.
Tak lama menggelar aksi, para demonstran diterima di gedung DPRD kebumen oleh oleh Ketua DPRD Budihiyanto dan beberapa anggota dewan lainnya.
Dalam tuntutannnya, Abdulloh Maulana Ketua Umum PMII Cabang Kebumen mengatakan, kedatangan mereka ke Gedung DPRD Kebumen adalah untuk menyampaikan aspirasi terkait penolakan kenaikan Harga BBM kepada DPRD sebagai wakil rakyat.
Karena tidak adanya tanggapan yang berarti dari anggota DPRD yang hadir, para peserta aksipun meninggalkan ruangan sambil meneriakan penolakan kenaikan harga BBM.
Label:
mahasiswa
3/27/2012
Penyuluhan Kesehatan Ibu Hamil Desa Sido Agung
Label:
Indahnya desa,
kesehatan,
lingkungan,
mahasiswa,
Pendidikan
3/26/2012
Kepentingan Agraria Bukan Kepentingan Sektoral Tapi Agenda Nasional
Kebumen_Seminara agrarian yang di lakukan
oleh teman-teman muda PMII cabang Kebumen, Sedikit Mengupas ter kait wilayah agrarian
oleh berapa pemateri seminar agrarian, terkait kawasan kebumen selatan urut sewu,
di akui tidak di akui kawasan urut sewu masuk kawasan agraria, sayang di
kawasan tersebut masih ada masalah Tanah.
masyrakat dengan TNI yang belum selesai.
Di tambah kemunculan maslah pasir besi yang jelah merusak alam.
Label:
Karya Anak Muda,
mahasiswa,
Pendidikan
3/22/2012
Mapala Stainu Berbagi Dalam Gerakan Nyata
Label:
Karya Anak Muda,
kesehatan,
mahasiswa,
Pendidikan
3/14/2012
Ketua Ikas Stainu Kebumen Priode baru 2012-2016 Melakukan pendampingan KKN Posdaya tahun 2012, kelampangan dan kepos-pos KKN yang ada di berapa kecamtan seperti Karang Gayam, . Kecamatan Sruweng dan Sadang, dengan tujuan berbagi pengalam dan kerjasama dengan KKN, agar tidak salah program atau arah apa yang di lakukan di masing-masing tempat kkn stainu kebumen ,untuk pengadian pada masyakat.
Ikas Stainu Kebumen Terjun Lasung Ke Masyrakat
Ketua Ikas Stainu Kebumen Priode baru 2012-2016 Melakukan pendampingan KKN Posdaya tahun 2012, kelampangan dan kepos-pos KKN yang ada di berapa kecamtan seperti Karang Gayam, . Kecamatan Sruweng dan Sadang, dengan tujuan berbagi pengalam dan kerjasama dengan KKN, agar tidak salah program atau arah apa yang di lakukan di masing-masing tempat kkn stainu kebumen ,untuk pengadian pada masyakat.
Label:
Indahnya desa,
kebijakan,
mahasiswa,
Pendidikan
3/12/2012
Pasca Terpaan Angin Puting Beliung Karang Gayam
Label:
Bencana Alam,
Indahnya desa,
mahasiswa,
Pendidikan
3/09/2012
Yang langsung dihadiri pihak yayasan dari jakarta atas nama donatur dari arab saudi. sebelum melakukan peletakan batu pertama di dusun kajoran dilakukan pengukuran arah kiblat oleh pegawai kemenag dan pihak yayasan yang langsung datang dari arab saudi.
Pengapdian Pada Masyrakat KKN Stainu Kebumen Desa Kajoran
peletakan batu pertama pembuat musola desa kajoran :>>>>>>>>>
Label:
Budaya,
Indahnya desa,
Karya Anak Muda,
kesenian,
lingkungan,
mahasiswa,
Pendidikan,
WISATA
















