- Sinema dari Konflik Agraria
Film “Melawan Arus” dari Kebumen Juara di Malang Film Festival 2018
Wahyu Cakraningrat; Antara Tontonan dan Tuntunan
Pementasan dengan audiens berjubel yang menyusut pada pasca tradisi limbukan dan menyusut lagi setelah lewat fase goro-goro merupakan gejala sosiologis massa apresian pada umumnya, dimana-mana. Secara kuantitas mungkin ini merupakan sinyalemen awal surutnya salah satu dari dua aspek terpenting wayang; tuntunan dalam tontonan.
Namun secara kualitas, pementasan lakon “Wahyu Cakraningrat” emang sarat wewarah dalam konteks kepemimpinan daerah, memiliki taut korelasi yang kuat hari-hari ini.
Dan sanggit sang Dalang Eko Suwaryo dengan konvensi tradisi jejeran dan pathet telah mentransformasikan pertunjukkannya, di tengah audiens dengan spiritualitas Jawa kekinian yang nampak surut militansinya.
Cakraningrat Wahyu Yang Tak Diburu

Dalam “realitas” genesis kewahyuan, Cakraningrat itu seorang dewa yang turun dari alam kahyangan dengan nama Batara Cakraningrat. Berbeda dengan wahyu dalam jagad pewayangan yang kebanyakan diturunkan oleh Batara Wisnu, maka Cakraningrat itu diturunkan oleh Batara Kamajaya dan Kamaratih; istrinya.
Wahyu Cakraningrat disebut pula wahyu keraton, sebab dalam mithologi Jawa Wahyu Cakraningrat merupakan abstraksi yang menghimpun karunia-karunia Hyang Wenang [Allah_pen] dari muatan aspek rajawi.
Sanggit sang dalang mengisahkan perjalanan Sang Cakraningrat sebagai seorang dewa yang atas wenang Hywang Pada harus menitis pada ketiga pemburunya yang tengah bertapa di bumi Mayapada.
Ketiga orang itu adalah Lesmana Mandrakumara, putra Suyudana raja Astinapura. Kemudian tercatat pula Samba ksatria Parang Garudha anak dari Prabu Kresna raja Dwarawati. Yang ketiga adalah Abimanyu ksatria Plangkawati keturunan Arjuna dari istri Subadra. Ketiganya manekung, mesu-raga, mesu-budi, dalam rangka mendapatkan wahyu yang jadi muatan simbol dan abstraksi dari kehendak kesejahteraan manusia semesta.
Karena wahyu ini merupakan abstraksi yang memuat amanah keagungan semesta, maka secara epika nalar tentu layak menjadi pertimbangan paling utama bagi siapa pun yang menghendakinya. Di sisi lain, kehendak Hyang Pada Wenang akan kelestarian bumi yang harus manifest ke dalam kuasa kebijakan dalam menata dan mengatur (aspek rajawi) bagi Sang penerimanya. Maka Batara Cakraningrat menguji ketiga ksatria pemburu yang menunggu turunnya.
Apakah kesadaran spiritualitas Jawa yang dipertuntunkan dalam tontonan wayang dengan lakon “Wahyu Cakraningrat” seperti ini telah jadi resensi dan referensi pada syukuran pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Kebumen?
Saat menjelang fajar subuh, makin sedikit orang menonton pertunjukanNya
Kebumen Buka Kelas Gamelan Tradisional
Kebumen – Pengurus Dewan Kesenian Daerah {DKD} Kebumen membuka kelas pembelajaran gamelan tradisional. Latihan bersama ini telah berjalan memasuki bulan ketiga, diikuti belasan orang termasuk beberapa pengurus DKD periode 2015 – 2018 yang bakal dilantik menjelang akhir bulan September ini.
Untuk kebutuhan berlatih memanfaatkan gamelan milik SMP Taman Dewasa dan Pemkab Kebumen yang sehari-hari berada di pendopo rumah dinas Bupati. Pengampu pelatihan terdiri dari 2 orang, yakni Bambang Budiono, dalang wayang kulit dari Jatijajar dan Sutardjo, praktisi gamelan dari Bumirejo Kebumen.
“Pembelajaran ini bersifat gratis, tanpa biaya,” jelas Pekik Sat Siswonirmolo. Ketua Umum DKD ini mensitir slogan “modal kemauan” dalam upaya melestarikan seni budaya tradisional.
Memupuk Spirit Kolaboratif
Meskipun pembelajaran seni gamelan tradisional ini fokus pada genre musik jawa tradisional, namun dalam prosesnya muncul keinginan untuk mengakomodir ide-ide kolaboratif. Peluang untuk mengkolaborasikan seni tradisional dengan paduan kontemporer sangat dimungkinkan ke depan. Beberapa yang aktif berlatih juga menghendaki demikian, tentu, tanpa menegasi orisinalitas cabang seni tradisi yang merupakan dasar pembelajaran bersama.
Menyikapi wacana pengembangan ini, Nurokhim Bulles dan Toro Mantara merespons dengan suka cita. Keduanya memang memiliki intensitas dalam bermain musik diatonis sebagai pengelola studio musik dan pemain panggung pertunjukan.
Pembelajaran gamelan tradisional itu sendiri bersifat terbuka untuk umum. Pelaksanaannya dijadwal 2 kali dalam sepekan, yakni tiap malam Rabu dan malam Sabtu.
Karnaval HUT RI Ke-70 Tidak Sinkron dengan Tema
Seorang pengunjung karnaval saat ditemui KebumenNews.com, Udin (40) dan Sarif (20) menyampaikan tema “Ayo bekerja” tidak mengetahui maksud dan tujuannya, karena tampak tidak mengajak bekerja. “Seharusnya tema ayo bekerja menampilkan hal yang mengajak untuk bekerja, misalnya petani ya bertani, nelayan ya menangkap ikan, pedagang ya berdagang, dan yang masih menganggur ya bekerja membantu membantu orang tua” tegas Udin.
Sarif menambahkan pemerintah mengajak ayo bekerja tetapi menyediakan lapangan pekerjaan. “Pemerintah juga tidak menyediakan lapangan pekerjaan koh, ayo kerja. mau kerja apa!” imbuh Sarif.
“Harusnya pemerintah ketika membuat tema ayo kerja pemerintah menyediakan lapangan pekerjaan bagi jutaan pengangguran” ujar Sarif.
Sementara Barok warga desa Wotbuwono menambahkan tema Ayo kerja bisa menjadi bahan refleksi bersama karena masyarakat sendiri sudah bekerja, hanya saja tidak bekerja di lembaga pemerintah maupun perusahaan swasta.
“Yang disebut kerja itu yang bagaimana?.” ujar Barok sambil menggerundel ( bahrun )
Pawai Budaya Dengan Kearifan Lokal
Final Bulutangkis Keluarga Ma'arif Cup 2015
Lomba bulutangkis antar sekolah keluarga ma'arif NU kebumen dari tingkat dasar sampai menengah ber ahir pada hari minggu , 8/2/2015. Selama tiga hari yang berahir bibit-bibit pemain kader muda NU kebumen untuk persiapan turnamen tingkat jawa tengah antar ma'arif yang akan berlasung porseni jawa tengah di kebumen sekitar bulan mei, ujar ikun.
Selamat Ulang Tahun Sekolah Melu Bae
Kebumen-sekolah rakyat melu bae telah berusia 12 tahun lamanya. Tepatnya malam jum at kliwon sekolah rakyat melu bae merayakan ultah ke 12nya Selamat dan sukses.
katerena satu-satu sekolah rakyat melu bae di kebumen yang tetap berjalan apa adanya, sekolah Srmb ini gratis dan di ruang terbuka alam semesta.
Acara yang di awali tahlil dan potong tumpung yang di lanjudkan refleksj dan wejangan dari sesepuh sekolah rakyat melu bae
Bupati Kebumen Diikuti Dua Ribu Guru
Novel Karaya putra Kebumen " Wali Cina "
Merdeka Yang Gagah Kuat dan Kekal 17 Agutus
Menghemat Energi Listrik Sejak Usia Anak-anak
S2 di Kebumen Telah Di Buka
Peranan Anak Muda 2013-2014
bukanhanya dari media lokal maupun media nasional yang mengabarkan sebuah peranan atau organisasi, lembagaan yang di pimpin oleh peranan anak muda sebagai mbel-mbel suara mudan atau pernan anak muda yang akan mengubah dan menjadi tiang perubahan bangsa atau perubahan sebuah tatan negeri ini. saya sebagi kaum muda yang masih menpertanya apa bener sesuatu yang di pimpin oleh peranan anak muda akan menbawa perubahan dari diri sendiri maupau perubahan untuk orang banyak.
persainga menbuat sebuah organisasi dan kelembagaan kali ini sudah mulai rame di tatanan lokal maupun tatanan nasional. yang terus berkembang untuk katanya untuk kepentingan perubahan, kalo di amati dengan seksama dari tauhun-ketahun pernan suara muda sudah ada, tapi apa yang berubah, yang di gembor-gemborkan dengan sejarah sumpah pemuda sebagai rujukan dan pancingan suara muda yang bisa mengubah perubahan bangsa.
memangan benar perubahan bangsa di rubah oleh zamanya sukarno dan peranan pemuda waktu itu, tapi kali ini pernan pemuda banyak di nodai kepentingan golongan dan individu sebagi atsa namaya perubahan, tampa melihat flesbek kembali perjuanga para pemuda di zaman sukarno hata. seperti apa perubaan yang di lakukan oleh peranan pemuda bangsa pada wakt itu dalam pembentukan dan gerkan yang di lakukan untuk perubahn bangsa ini.
peranan yang di lakukan para pemuda perubahan suekarno bukan hanya di bentu dengan waktu yang cepat dan instan dalam merumuskan perubahan perana perubahan juga dengan melakukan perananperubahan murni tampa ada kepentingan golongan dan kepentingan individu tapi untuk kepentingan semua bangsa negri ini.
kalo bilang kali ini peranan pemuda yang di bentuk dengan nama mbel-mbel peranan pemuda sebagai ujung perubahan, untuk merumaskan tujuan, misi, visi dan plening perubahan hanya gebrakan saja tampa ada kaderisasi dan flebek sejarah pernan pemuda masa perjuangan. hanya mengunakan kepentingan tujuan mencapai kepentingan golongan dan individu pada ahirnya.
Apala lagi di masa kini bilang pemuda banyak hal yang perlu kita lakukan dan evaluasi dalam gerkanya dan pemuda bangsa ini yang di cepit dengan ekonomi, serangan globalisai, dan pergaulan pemuda yang tak bisa di batasi lagi oleh orang tua saudra, karena sudah di hapakan dengan kemajuan zaman yang serba cangih dan serba bisa untuk di lakukan.
Kita bisa lihat banyak pemuda sudah tak mengenal budaya lokal, kearifan lokal dan kekayaan lokal yang lutur di pengaruhi pergaulan budaya luar yang semakin luntur telanan waktu. apa lagi bilang budaya sopan satun pada orang lebih tua sudah mulai hilang, apa lagi seorang pemuda bilang dasar-dasar negara yang tercamtungm di pacasila sudah tak mengena atau hafal isi butir-butirnya. bagaimana peranan suara muda kalao butir-butir pancasila engga paham atau tau.
apa yang bisa lakukan adalah bagaimana peranan pemuda akan sadar pentinganya budaya lokal , kearifan lokal untuk di perdalam dan terus di uri-uri sebagai kekayaan dan karakter bangsa yang berbada-beda tetap satu dan untuh. untuk meperkuat karekter bangsa sebagi simbol perjuangan nenek para bahlawan negri ini. ... salam perubahan dan salam cinta budaya lokal. (bram)
"Orang Miskin Dilarang Jadi Peminpin
Kemerdekaan adalah harga mati Untuk Pahlawan Negri ini
Begitu banyak keindahan
Hutan, gunung, dan lautan
Itulah alam indonesia
Surga di tanah khatulistiwa
Akan tetapi……
Banyak tangan jahil
Yang tak bertanggung jawab
Yang merusak keindahanmu
Hutan, gunung, dan lautan
Janganlah kau hilang
Tetaplah di tanah Indonesia
Menjaga indonesia
Hutan, gunung, dan lautan
Kaulah indonesiaku
Tanah kelahiranku
Tanah tercinta, oh Indonesia
Pahlawan
Oh, pahlawan
Engakulah yang melindungi bangsa
Tiada engkau, tiada kebebasan
Karenamu bangsa bebas dari penjajah
Sekarang tiada engkau lagi
Dan bangsa harus tetap bersatu
Ku akan merindukanmu selalu
Karena namamu tetap harum menyatu di kalbu
Gerakan PMII Tidak Mau Terjebak Ke Ranah Politik Kepentingan
DAFTAR NAMA WARGA PENYANDANG CACAT
|
No
|
Nama Penyandang Cacat
|
L / P
|
Usia
|
Jenis Kecacatan
|
Nama
|
Alamat Wali
|
|
|
KK
|
Wali
|
||||||
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
7
|
8
|
|
1
|
SARTIYAH
|
P
|
20 Tahun
|
Tuna Wicara
|
NGARSIS
|
NGARSIS
|
Wadasmalang
Rt.02 Rw.01
|
|
2
|
MUHSIN
|
L
|
32 Tahun
|
Tuna Wicara
|
KIYAMAH
|
KIYAMAH
|
Wadasmalang
Rt.05 Rw.01
|
|
3
|
SITI
ROHMAH
|
P
|
16 Tahun
|
Tuna Wicara
|
A NASIR
MUSTOFA
|
A NASIR
MUSTOFA
|
Wadasmalang
Rt.05 Rw.01
|
|
4
|
ARIF
NURILHAM
|
L
|
10 Tahun
|
Tuna Wicara
|
PRAYITNO
|
PRAYITNO
|
Wadasmalang
Rt.06 Rw.01
|
|
5
|
DEVAL
JUANA PUTRA
|
L
|
2 Tahun
|
Tuna Wicara
|
SIMUN
|
SIMUN
|
Wadasmalang
Rt.06 Rw.01
|
|
6
|
LEBUH
|
P
|
29 Tahun
|
Tuna Wicara
|
HARIYANTO
|
SUGIONO
|
Wadasmalang
Rt.08 Rw.01
|
|
7
|
MOHAMAD
YASIR
|
L
|
12 Tahun
|
Tuna Wicara
|
PARTOMO
|
PARTOMO
|
Wadasmalang
Rt.01 Rw.02
|
|
8
|
SUWARNO
|
L
|
55 Tahun
|
Lumpuh
|
SUWARNO
|
MADMARSO
|
Wadasmalang
Rt.01 Rw.02
|
|
9
|
ISNAENI
|
P
|
12 Tahun
|
Tuna Wicara
|
SARJANI
|
SARJANI
|
Wadasmalang
Rt.02 Rw.02
|
|
10
|
FAHIROH
|
P
|
21 Tahun
|
Tuna Wicara
|
SOLIHUN
|
SOLIHUN
|
Wadasmalang
Rt.03 Rw.02
|
|
11
|
SLAMET
|
L
|
47 Tahun
|
Tuna Wicara
|
MADPARLAN
|
MADPARLAN
|
Wadasmalang
Rt.04 Rw.02
|
|
12
|
ADMUN
|
L
|
39 Tahun
|
Tuna Wicara
|
MADPARLAN
|
MADPARLAN
|
Wadasmalang
Rt.04 Rw.02
|
|
13
|
MUSIRON
|
L
|
29 Tahun
|
Tuna Wicara
|
MUNTINAH
|
SODIKIN
|
Wadasmalang
Rt.02 Rw.03
|
|
14
|
AHMAD
MUNAJAT
|
L
|
12 Tahun
|
Tuna Wicara
|
SUTIRTO
|
SUTIRTO
|
Wadasmalang
Rt.03 Rw.03
|
|
15
|
MIFTAHURROHMAH
|
P
|
21 Tahun
|
Tuna Wicara
|
WARSO
|
WARSO
|
Wadasmalang
Rt.04 Rw.03
|
|
16
|
FATHUROHMAN
|
L
|
70 Tahun
|
Tuna Netra
|
FATHUROHMAN
|
KASMAREJA
|
Wadasmalang
Rt.01 Rw.04
|
|
17
|
MARINEM
|
P
|
76 Tahun
|
Kedua Tangan Tidak Berfungsi
|
FATHUROHMAN
|
DREPA
|
Wadasmalang
Rt.01 Rw.04
|
|
18
|
DANIYEM
|
P
|
81 Tahun
|
Lumpuh
|
AHMAD
WAHYUDI
|
SANREPINGI
|
Wadasmalang
Rt.02 Rw.04
|
|
19
|
KANEM
|
P
|
66 Tahun
|
Tuna Wicara
|
KANEM
|
SANGUMAR
|
Wadasmalang
Rt.02 Rw.05
|
|
20
|
KINEM
|
P
|
63 Tahun
|
Tuna Wicara
|
KANEM
|
SANGUMAR
|
Wadasmalang
Rt.02 Rw.05
|
|
21
|
SARI
|
P
|
45 Tahun
|
Tuna Netra
|
MUNDIKROMO
|
KASTAREJA
|
Wadasmalang
Rt.03 Rw.05
|
|
22
|
TIAH
PRISTIANI
|
P
|
8 Tahun
|
Lumpuh
|
KARTONO
|
SUROSO
|
Wadasmalang
Rt.03 Rw.05
|
|
23
|
ROHANI
|
L
|
71 Tahun
|
Lumpuh & Tuna Netra
|
ROHANI
|
MADISLAM
|
Wadasmalang
Rt.04 Rw.06
|
|
24
|
SLAMET
KURNIAWAN
|
L
|
23 Tahun
|
Lumpuh & Tuna Wicara
|
SUWARTO
|
SUWARTO
|
Wadasmalang
Rt.04 Rw.06
|
|
25
|
DAIS
|
L
|
3 Tahun
|
Lumpuh
|
KADA
|
KADA
|
Wadasmalang
Rt.04 Rw.06
|
|
26
|
DULWASIS
|
L
|
74 Tahun
|
Lumpuh
|
DULWASIS
|
KASTANOM
|
Wadasmalang
Rt.04 Rw.06
|
|
27
|
MUKRIYAH
|
P
|
93 Tahun
|
Lumpuh
|
MUKRIYAH
|
MURAIS
|
Wadasmalang
Rt.04 Rw.06
|
|
28
|
SUKARNO
|
L
|
70 Tahun
|
Lumpuh
|
SUKARNO
|
KADIWIRYA
|
Wadasmalang
Rt.05 Rw.06
|
|
29
|
MARJONO
|
L
|
81 Tahun
|
Tuna Netra
|
MARJONO
|
SANREJA
|
Wadasmalang
Rt.05 Rw.06
|
|
30
|
KARTAMA
|
L
|
73 Tahun
|
Tuna Netra
|
KARTAMA
|
MAJASI
|
Wadasmalang
Rt.05 Rw.06
|
|
31
|
LANEM
|
P
|
66 Tahun
|
Tuna Netra
|
MURSI
|
SAMIARJA
|
Wadasmalang
Rt.05 Rw.06
|
|
32
|
RUSDI
|
L
|
85 Tahun
|
Tuna Netra
|
RUSDI
|
MADRUSMAN
|
Wadasmalang
Rt.01 Rw.07
|
|
33
|
SENDI
SAPUTRA
|
L
|
5 Tahun
|
Tuna Wicara
|
SODIKIN
|
SODIKIN
|
Wadasmalang
Rt.01 Rw.07
|
|
34
|
NASIKHUN
AMINUDIN
|
L
|
11 Tahun
|
Lumpuh, Tuna Netra, Tuna Wicara, Tuna Rungu
|
KODAR
BASUKI
|
KODAR
BASUKI
|
Wadasmalang
Rt.01 Rw.07
|
|
35
|
MARTAREJA
|
L
|
77 Tahun
|
Lumpuh
|
MARTAREJA
|
KETADIKRAMA
|
Wadasmalang
Rt.01 Rw.07
|
|
36
|
PURWADI /
KASUM
|
L
|
56 Tahun
|
Lumpuh
|
PURWADI /
KASUM
|
DULSALAM
|
Wadasmalang
Rt.01 Rw.08
|
|
37
|
WASIMIN
|
L
|
24 Tahun
|
Tuna Netra
|
WASIMIN
|
SARKONI
|
Wadasmalang
Rt.01 Rw.09
|
|
38
|
DAFIT
MUFIYAN
|
L
|
11 Tahun
|
Kedua Tangan Tidak Berfungsi
|
AMIRUDIN
|
AMIRUDIN
|
Wadasmalang
Rt.01 Rw.09
|
|
39
|
MUNASEH
|
L
|
54 Tahun
|
Lumpuh
|
MUNASEH
|
KARNAWI
|
Wadasmalang
Rt.01 Rw.09
|
|
40
|
BOYEM
|
P
|
81 Tahun
|
Tuna Netra
|
S.MADWARNI
|
NAWAWIKRAMA
|
Wadasmalang
Rt.02 Rw.09
|
|
41
|
HENI
FITRIANA
|
P
|
11 Tahun
|
Tuna Wicara
|
TURYANTO
|
TURYANTO
|
Wadasmalang
Rt.02 Rw.09
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Wadasmalang,
31 Mei 2011
|
|||||||








