Suara Muda
Headlines News :
BRAM Grup bahruninfo@gmail.com. Powered by Blogger.
Tridinamika Blog Kontes 2013
Showing posts with label pendidikn. Show all posts
Showing posts with label pendidikn. Show all posts

Film “Melawan Arus” dari Kebumen Juara di Malang Film Festival 2018

  • Sinema dari Konflik Agraria 
Film Melawan Arus karya Eka Saputri dari SMKN 1 Kebumen membantu mengingatkan kembali tentang masalah yang masih menjadi keresahan tersebut. Pada Sabtu, 7 April 2018 film Melawan Arus berhasil menjuarai Malang Film Festival 2018 untuk kategori Fiksi Pendek Pelajar.
“Film sebagai medium gambar dan suara bisa menjadi pilihan yang sangat tepat menyuarakan keberpihakan terhadap posisi rakyat yang masih sering terpinggirkan”, urai Puput Juang dalam rilisnya.
Sebagaimana terjadi pada nasib para petani Urut Sewu yang masih menggantung paska pemagaran lahan pertanian mereka.
Lulu Ratna mewakili dewan juri untuk kategori Fiksi Pendek Pelajar dan Mahasiswa menjelaskan dalam laporan kerja penjuriannya
“Film pemenang pada kategori ini dipilih karena bisa mengoptimalkan bahasa visualnya walaupun masih menyisakan pesan secara verbal”.
Melawan Arus bercerita tentang Siti (Eti Puspitasari) yang percaya bahwa proses penangkapan suaminya Yono (Deni Noviyana) merupakan fitnah akibat konsekuensi rumit dari sengketa tanah antara petani dan TNI yang tak kunjung berujung kejelasan. Situasi tak menentu berujung pada keinginan pindah dari Yono yang ditolak oleh Siti. Siti ngotot untuk tetap tinggal dan terus berjuang bercocok tanam di lahan tesebut.
Eka Saputri yang hadir terlambat pada malam penganugerahan menjelaskan proses filmnya.
“Film ini terinspirasi dari karya kakak kelas, mba Dewi Nuraeni yaitu Urut Sewu Bercerita”.  Film terdahulu produksi: Sangkanparan yang kebetulan juga menang pada Malang Film Festival tahun sebelumnya untuk kategori dokumenter pendek.
“Ada kesempatan untuk mewujudkan ide tersebut sebagai film fiksi yang semoga bisa kembali mengingatkan bahwa perjuangan masyarakat Urut Sewu masih berlanjut, terutama dikuatkan peran para perempuan yang turut melawan”, sambung Eka.
Produksi film Melawan Arus berhasil terwujud lewat kerja kolektif dan kolaborasi program Sinema Kedung Meng Desa-Desa pada 11 Agustus hingga 5 November 2017. Sebuah rangkaian yang di pelaksanaan tahun keduanya bisa menghadirkan lokakarya produksi difasilitasi Cinema Lovers Community (CLC Purbalingga). CLC yang sudah tidak diragukan pengalamannya dalam pendampingan produksi film karya pelajar. Keseluruhan rangkaian program dikelola oleh Komunitas Kedung (Kebumen) di bawah naungan Jaringan Kerja Film Banyumas Raya (JKFB) yang didukung penuh bantuan untuk masyarakat film dari Pusat Pengembangan Perfilman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Pusbang Film) serta Perpusda Kebumen, Roemah Martha Tilaar Gombong dan Sangkanparan (Cilacap). [put]

Wahyu Cakraningrat; Antara Tontonan dan Tuntunan

Dalam rangka syukuran pasca pelantikan Bupati Kebumen dan wakilnya, dihelat pementasan wayang kulit dengan dalang lokal Eko Suwaryo (20/2) di alun-alun Kebumen. Dalam pementasan itu dalang dari Jatiroto Buayan yang tengah “naik daun” ini membawakan lakon “Wahyu Cakraningrat”. Adakah korelasi cerita pewayangan ini dalam konteks Kebumen kekinian dengan Bupati yang baru? Jika ada, seberapa dalam makna tuntunan dimensi-dimensi wayang terhadap percaturan seputar kepemimpinan daerah dengan slogan “beriman” ini?
Meski secara umum Ki Dalang Eko Suwaryo yang masih terbilang muda ini teguh mengimani pakem klasik jagad pewayangan, dia tak keberatan untuk  mengadopsi trend pementasan pembaharuan poles ala Manteb Sudarsono maupun Entus Susmono; dua dalang kondang di mata publik yang sebelumnya pernah beberapa kali mementaskan kepiawaiannya di Kebumen. Tentu, Eko Suwaryo berbeda dengan ke dua dalang itu.
Pementasan dengan audiens berjubel yang menyusut pada pasca tradisi limbukan dan menyusut lagi setelah lewat fase goro-goro merupakan gejala sosiologis massa apresian pada umumnya, dimana-mana. Secara kuantitas mungkin ini merupakan sinyalemen awal surutnya salah satu dari dua aspek terpenting wayang; tuntunan dalam tontonan.
Namun secara kualitas, pementasan lakon “Wahyu Cakraningrat” emang sarat  wewarah dalam konteks kepemimpinan daerah, memiliki taut korelasi yang kuat hari-hari ini.
Dan sanggit sang Dalang Eko Suwaryo dengan konvensi tradisi jejeran dan pathet telah mentransformasikan pertunjukkannya, di tengah audiens dengan spiritualitas Jawa kekinian yang nampak surut militansinya.

Cakraningrat Wahyu Yang Tak Diburu
DSCN9692
Dalam “realitas” genesis kewahyuan, Cakraningrat itu seorang dewa yang turun dari alam kahyangan dengan nama Batara Cakraningrat. Berbeda dengan wahyu dalam jagad pewayangan yang kebanyakan diturunkan oleh Batara Wisnu, maka Cakraningrat itu diturunkan oleh Batara Kamajaya dan Kamaratih; istrinya.      
Wahyu Cakraningrat disebut pula wahyu keraton, sebab dalam mithologi Jawa Wahyu Cakraningrat merupakan abstraksi yang menghimpun karunia-karunia Hyang Wenang [Allah_pen] dari muatan aspek rajawi.
Sanggit sang dalang mengisahkan perjalanan Sang Cakraningrat sebagai seorang dewa yang atas wenang Hywang Pada harus menitis pada ketiga pemburunya yang tengah bertapa di bumi Mayapada.
Ketiga orang itu adalah Lesmana Mandrakumara, putra Suyudana raja Astinapura. Kemudian tercatat pula Samba ksatria Parang Garudha anak dari Prabu Kresna raja Dwarawati. Yang ketiga adalah Abimanyu ksatria Plangkawati keturunan Arjuna dari istri Subadra. Ketiganya manekung, mesu-raga, mesu-budi, dalam rangka mendapatkan wahyu yang jadi muatan simbol dan abstraksi dari kehendak kesejahteraan manusia semesta.
Karena wahyu ini merupakan abstraksi yang memuat amanah keagungan semesta, maka secara epika nalar tentu layak menjadi pertimbangan paling utama bagi siapa pun yang menghendakinya. Di sisi lain, kehendak Hyang Pada Wenang akan kelestarian bumi yang harus manifest ke dalam kuasa kebijakan dalam menata dan mengatur (aspek rajawi) bagi Sang penerimanya. Maka Batara Cakraningrat menguji ketiga ksatria pemburu yang menunggu turunnya.
Apakah kesadaran spiritualitas Jawa yang dipertuntunkan dalam tontonan wayang dengan lakon “Wahyu Cakraningrat” seperti ini telah jadi resensi dan referensi pada syukuran pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Kebumen?
Saat menjelang fajar subuh, makin sedikit orang menonton pertunjukanNya

Kebumen Buka Kelas Gamelan Tradisional

Single content advertisement top
Kebumen – Pengurus Dewan Kesenian Daerah {DKD} Kebumen membuka kelas pembelajaran gamelan tradisional. Latihan bersama ini telah berjalan memasuki bulan ketiga, diikuti belasan orang termasuk beberapa pengurus DKD periode 2015 – 2018 yang bakal dilantik menjelang akhir bulan September ini.
Untuk kebutuhan berlatih memanfaatkan gamelan milik SMP Taman Dewasa dan Pemkab Kebumen yang sehari-hari berada di pendopo rumah dinas Bupati. Pengampu pelatihan terdiri dari 2 orang, yakni Bambang Budiono, dalang wayang kulit dari Jatijajar dan Sutardjo, praktisi gamelan dari Bumirejo Kebumen.
“Pembelajaran ini bersifat gratis, tanpa biaya,” jelas Pekik Sat Siswonirmolo. Ketua Umum DKD ini mensitir slogan “modal kemauan” dalam upaya melestarikan seni budaya tradisional.
Memupuk Spirit Kolaboratif
Meskipun pembelajaran seni gamelan tradisional ini fokus pada genre musik jawa tradisional, namun dalam prosesnya muncul keinginan untuk mengakomodir ide-ide kolaboratif. Peluang untuk mengkolaborasikan seni tradisional dengan paduan kontemporer sangat dimungkinkan ke depan. Beberapa yang aktif berlatih juga menghendaki demikian, tentu, tanpa menegasi orisinalitas cabang seni tradisi yang merupakan dasar pembelajaran bersama.
Menyikapi wacana pengembangan ini, Nurokhim Bulles dan Toro Mantara merespons dengan suka cita. Keduanya memang memiliki intensitas dalam bermain musik diatonis sebagai pengelola studio musik dan pemain panggung pertunjukan.
Pembelajaran gamelan tradisional itu sendiri bersifat terbuka untuk umum. Pelaksanaannya dijadwal 2 kali dalam sepekan, yakni tiap malam Rabu dan malam Sabtu.

Karnaval HUT RI Ke-70 Tidak Sinkron dengan Tema

Kebumen-Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia yang ke- 70 yang jatuh pada 17 Agustus 2015 pemerintah Kabupaten Kebumen merayakan dengan megadakan tradisi tahunan yakni karnaval. Karnaval yang diadakan Rabu (19/08) bertema “ Ayo Kerja“. Namun, ketika memperhatikan dari berbagai sisi karnaval kali ini banyak yang tidak sinkron dengan tema karnaval. Peserta karnaval justru lebih banyak mempromosikan kekhasan yang dimiliki oleh masing-masing peserta karnaval, baik dalam kreatifitas membuat ide dan menunjukan kemegahan bangunan dalam bentuk miniatur ataupun kesenian yang dimiliki oleh peserta karnaval.
Seorang pengunjung karnaval saat ditemui KebumenNews.com, Udin (40) dan Sarif (20)  menyampaikan tema “Ayo bekerja” tidak mengetahui maksud dan tujuannya, karena tampak tidak mengajak bekerja. “Seharusnya tema ayo bekerja menampilkan hal yang mengajak untuk bekerja, misalnya petani ya bertani, nelayan ya menangkap ikan, pedagang ya berdagang, dan yang masih menganggur ya bekerja membantu membantu orang tua” tegas Udin.
Sarif menambahkan pemerintah mengajak ayo bekerja tetapi menyediakan lapangan pekerjaan. “Pemerintah juga tidak menyediakan lapangan pekerjaan koh, ayo kerja. mau kerja apa!” imbuh Sarif.
“Harusnya pemerintah ketika membuat tema ayo kerja pemerintah menyediakan lapangan pekerjaan bagi jutaan pengangguran” ujar Sarif.
Sementara Barok warga desa Wotbuwono menambahkan tema Ayo kerja bisa menjadi bahan refleksi bersama karena masyarakat sendiri sudah bekerja, hanya saja tidak bekerja di lembaga pemerintah maupun perusahaan swasta.
“Yang disebut kerja itu yang bagaimana?.” ujar Barok sambil menggerundel ( bahrun )

Pawai Budaya Dengan Kearifan Lokal

Kebumen- salah satu sekolah menengah di kebumen SMK Maa'arf 1 kebumen  merayakan hari jadi/ harlah yang ke 25 dengan mengankat pawai budaya dengan kearifan lokal yang berlasung 14 maret dan hiburan pada hari minggu 15/3. Berama penyayi papan atas leto yang akan berlasung di  SMK Maa'arif 1 kebumen .

Final Bulutangkis Keluarga Ma'arif Cup 2015

Lomba bulutangkis antar sekolah keluarga ma'arif NU kebumen dari tingkat dasar sampai menengah ber ahir pada hari minggu , 8/2/2015.  Selama tiga hari yang berahir bibit-bibit pemain kader muda NU kebumen untuk persiapan turnamen tingkat jawa tengah antar  ma'arif yang akan berlasung porseni jawa tengah di kebumen sekitar bulan mei, ujar ikun.

Haul ke 5 K.H Abdurrahman Wahid

Kegiantan haul KH abdurrahman Wahid yang ke 5 di kampus IAINU Kebumen bersama anisah wahid. Yang di awali dengan berbagi musik lintas imam salah jamjaneng , barongse dan lain-lain.

Laucing novel karya wong bumen

Kebumen- laucing novel karya marjuki yang kesekian kali dan diskusi publik yang di selengarakan oleh masjid raya senin 12 januari 2014.  Yang di awali dengan musik seniman kebumen dengan alat sederhana mebawa nuasa alami yang memberikan sepirit semangat. Salam perbuhan dan sukses

Selamat Ulang Tahun Sekolah Melu Bae

Kebumen-sekolah rakyat melu bae telah berusia 12 tahun lamanya. Tepatnya malam jum at kliwon sekolah rakyat melu bae merayakan ultah ke 12nya Selamat dan sukses.

katerena satu-satu sekolah rakyat melu bae di kebumen yang tetap berjalan apa adanya, sekolah Srmb ini gratis dan di ruang terbuka alam semesta.

 Acara yang di awali tahlil dan potong tumpung yang di lanjudkan refleksj dan wejangan dari sesepuh sekolah rakyat melu bae

Photografi" Lomba Anak Kampung"

Kebumen-lomba makan krupuk di ambil 2015

Bupati Kebumen Diikuti Dua Ribu Guru



Setelah upacara dalam rangka hari PGRI ke 68 tahun 2013 bersama Bupati Kebumen di Pendopo Bupati Kebumen diikuti dua ribu Guru. Ternyata bukan sekedar Ulang tahun  saja, dua ribu guru dari pelosok penjuru Kebumen dalam wadah forum komunikasi GTT-PTT kemarin, Senin19/11/13,melakukan Aksi unjuk rasa ke DPRD meminta kesejahteraan Guru.

Demonstrasi dua ribu guru  tersebut denga jalan kaki membawa spanduk, yel-yel perjuangan guru dengan kompak. para Guru setelah memutar alun-alun Kebumen, para Guru melakukan orasi di depan kantor Dikpora jalan pahlawan, kemudian orasi di halaman DPRD jalan Veteran.
Pantauan News Indonesia, walaupun basah kuyup dan meninggalkan murid-murid kelas disekolah, para guru dengan semangat melakukan orasi, para guru kemudian masuk diterima Ketua DPRD Kebumen Ir.Budi Hian Susanto menyuarakan aspirasi. (red).

Muhammad Nasuha Ketua Forum Komunikasi GTT-PTT se Kabupaten Kebumen menyampaikan aspirasi, "kami meminta kejelasan status GTT/PTT, keberadaan kami terganjal PP no 48 tahun 2005,sehingga tidak bisa menerima insentif dari pemerintah, kami sehingga tidak bisa masuk golongan K1/K2." kata Nasuha dengan lantag diikuti yel-yel perjuangan guru." Kata Nasuha. 

Nasuha menambahkan," kami sudah bertahun-tahun  mengabdi disekolah TK,SD,SLTP dan SLTA. ini kepedulian mencerdaskan bangsa hanya digaji 100 ribu perbulan. Kami meminta pemerintah Bupati Kebumen Buyar Winarso SE dan terutama kepada Ketua DPRD untuk bisa membuat anggaran bagi kami dan memperjuangkan kebijakan pearaturan yang memihak kepada guru," pinta Nasuha.

Nasuha juga meminta kepada Ketua DPRD Budi Hian Susanto ketika diterima audiensi ribuan guru agar bisa dianggarkan APBD 2014.Jawaban klise (basa-basi) Ketua DPRD Kebumen Ir.Budihianto biasa akan diperjuangkan aspirasi, ketua DPRD tidak tegas langsung memperjuangkan aspirasi guru pada waktu itu juga, membuat dua ribu guru Tidak Tetap (GTT) akan malang nasibnya.

Ketua PGRI Kebumen Gus Septadi,"kami mendukung aspirasi para Guru GTT-PTT audiensi DPRD Kebumen, mereka berhak menanyakan nasib guru GTT yang tidak masuk anggaran APBD, semoga ulang tahun PGRI Kebumen sebagai jalan untuk pembelaan advokasi kepada para anggota PGRI." kata Gus Septadi (i) NEWS Indonesia

Novel Karaya putra Kebumen " Wali Cina "

SuaraMuda-Penapesantren-” ini merupakan novel kedua HAS Chamidi setelah “PESANTREN UNDRCOVER: Cinta di Pesantren Alaswangi”. Novel ini masih ber-genre pesantren, dan rupanya HAS Chamidi ingin istiqamah di dalam genre ini. Novel ini berkisah tentang seorang Gus Ba yang harus menjalani “laku” yang dia sendiri tidak memahaminya. Yang jelas sejak munculnya lelaki bermata sipit sejak di Virginia USA, kemudian pertemuannya dengan Profesor John di Jakarta, serta perjalanan dari kota satu ke kota lainnya, kesemuanya itu telah memper-”laku”-kan Gus Ba untuk kembali ke Pesantren Alaswangi dengan mental yang semakin kokoh sebagai Gus  Ba. Novel ini mempertunjukkan “sisi dalam” pesantren yang lain, suatu proses “metamorfosis” …. dan Anda sangat layak memiliki dan membacanya. Selamat menikmati. Salam

Bila Tertarik Boleh pesan Hubunggi Hp 08574362662645 
dengan harga bandrol @ 35.000 Satu Novel
Novel terbatas.

Merdeka Yang Gagah Kuat dan Kekal 17 Agutus

SUARAMUDA-Kalau bicara tentang upacara artinya upacara adalah serangkaian pebuatan yang ditata dalam suatu ketentuan peraturan yang wajib dilaksanakan dengan khidmat sehingga upacara memiliki makna tersendiri dalam kegiatan tersebut yang membiasakan untuk melakukan bersikap tertib dan disiplin  dan membiasakan untuk berbuat baik dan membentuk tradisi bagi anak memiliki berbudi pengerti yang baik dan bertanggung jawab.

Juga untuk mengenang para pejuang kita beta sulitnya untuk merdeka pada masa dulu.. kita hari ini tingal menikmati kemerdekaan yang serba ada di depan kita. walo banyak orang kita belum merdeka masih di jajah oleh negara sendiri dan negara lain dengan model yang berbeda. tapi seharusnya kita bersukur dan menghargai para  pejuang bangsa kita tempo dulu. yang gigih tampa pamprih untuk bebas dari penjajah riil berhadapan dengan senjata. dan jelas musuh kita. tapi penjajah kali adalah penjajahan idologi, dan penjajahan oleh diri sendiri dalam dunia persaingan di berbagai aspek, dari tingktan bawah sampai atas dan diri sendiri dalam di jajah oleh nafsu angan-angan yang tinggi dan terus di bayanggi oleh dunia globalisai yang sudah jadi gaya hidup bangsa kita. 

bagaimana kita bisa merdeka untuk menerima kemerdekaan aja belum siap dari berbagi sisi. hukum, ekonomi, nafsu dan lain-lain. semua itu masih dalam angan-angan untuk kmerdekaan, secara pribadi dan bangsa dalam penjajahan era di gital dan era globalisi yang terus menerus, di terima oleh semua kalangan masyrakat kita. 

dengan upacara lah dan peringatan 17 agutus di situlah generasi muda akan di ingatkan beta gigihnya perjuangan dan isi makna paca sila terdengar oleh generasi bangsa. walo haya di teliga kanan hilang ketelingga kiri, tapi paling engga sudah ada sesuatu yang di sampaikan sebuah makna pancasila dan sejarah perjuangan bangsa kita. kapan lagi kalo bukan momen seperti ini tidak dilakukan, di mana momen hari 17  hampir seluruh masyrakat kalang pelajar ,aparat, pemerintahan, pejabat dan persiden melakuakn sertak pada waktu hari yang di seluruh indonesia. ini lah bentu persatuan yang riil di lakukan warga indonesia dari berbgai kalang sama-sama melakuan hal yang sama untuk menperingati para pah lawan kita. walo sudah selesai lupa itu urusan lain.. yang pasti 17 agutus menpunyai makna besar utuk bangsa indonesia dari semua kalangan itu para pejuang kita.. merdeka ... 

Berbagi Itu Asik: ( Info seputar Pesantren ):

Mau berbagi? Follow: @murtopo | Facebook | Video HOT Kebumen

Menghemat Energi Listrik Sejak Usia Anak-anak

SuaraMuda-Dengan kemajuan zaman teknologi serba listrikan ini sekarang sedang trend lantaran biasanya ditimbulkan oleh alat-alat canggih yang notabene nya merupakan perangkat Hemat Listrik, dan berbagai promosi alat-alat permain anak-anak, perlengkapan dapur dan perlengkapan rumah tangga sudah  ber alaih ke tenaga listrik, apa lagi elektronik yang ber bunyi hemat listri. Hal ini belum tentu hemat bila pola hidup yang ada di rumah kita sendiri dan sekitarnya, belum menyadari pentingnya energy listrik untuk kehidupan sehari-hari.

Berapa ide gagasan yang kami lakukan bersama teman remaja desa kami, untuk menghemat listrik tampa menguranggi aktifitas sehari-harinya masyrakat desa maupu kota, yakni dengan gerakan Hemat Listrik tetapat untng buat nabung anak nantinya, yakni dengan menbuat polisi listrik untuk anak yang sudah ber umur 7 tahun ke atas dengan di bekali, bagaimana mematikan listrik yang baik dan benar kapan waktunya da mengenalkan jenis alat elektronik yang berlistrik untuk di kealkan tehnik dan cara mengmatikan dan meng hidupakan.

Kami berserta kawan-kawan remaja masjid melakukan ini telah melakukan surfai dari keluarga dan aktifitas anak-anak sehari-hari anak-anak melakukan apa dan bagaimana pola hidupnya, dari itulah ide muncul makah di bentuk menabung listrik dengan nama polisi listrik untuk anak, dan melatih anak disiplin, rajin, bernai dan tangung jawab,  tampa sadar anak terbentuk kedisiplin sendiri,

Energi Seving Listrik ini dilakukan oleh anak-anak setiap pagi, sore dan pengunaan alat elektronik yang mengunakan listrik, di control untuk di matikan dan di nyalakan sesui kebutuhan. Karena kebiasaan orang desa menbiarkan lampu tetap menyala tampa tepat waktu dan sering kali lupa nyala tampa berguna. Oleh karena, anak-anak lah yang bertangung jawab menajaga energy listrik yang terbuang sia-sia. Dengan cara menabung untuk anaknya agar mau melakukan menjadi polisi listrik.

Dengan cara kerjasama pembayaran listrik yang sudah di kelola oleh remaja desa yang biasanya karang taruna atau pemuda masjid, Dari sisah pembayaran listrik itulah, sisah pembayaran bulanan pertama di hitung bila sisah masuk tabungan untuk anak, yang menjadi polisi listrik sebagi penyemangat anak agara kelak bisa menmafaatkan listrik sebaik mukin kedepanya.

Cara Energy Seving Listrik karena sekarang ada model listir pulsa dan listrik bukan pulsa.

Bulan sebelumnya. Seumpama habis Rp. 50 bulan berikutnya habis Rp. 40 . dari sisah 50 ribu di tabung buat anak tersebut di bagian pembayaran listrik,  ini yang mengunakan listrik biasa. Bila mengunakan pulsa sama bila biasanya beli pulsa 50 ribu bulan berikutnya setelah anak menjadi polisi listrik. Habis pulsa 35 perbulan sisahnya di tabung kepada anaknya. Orang tua tetap kasih uang pulsa perbulan 50. 

Tridinamika Blog Kontes 2013
Berbagi Itu Asik: ( Info seputar Pesantren ):

Mau berbagi? Follow: @murtopo | Facebook | Grup Kebumen

S2 di Kebumen Telah Di Buka

Suara_Muda-Kenyataan pluralisme bangsa dan semakin cepatnya arus globalisasi ditengah pergaulan internasional merupakan hal yang tidak bisa di hindari oleh STAINU Kebumen sebagai salah satu Perguruan Tinggi Agama Islam. Kenyataan ini mengharuskan STAINU Kebumen untuk ikut bertanggungjawab secara moral dan akademik untuk mengkaji Islam, menyebarkan perdamaian dan menyampaikan ke seluruh masyarakat sesuai dengan cita-cita Tri Dharma Perguruan Tinggi, serta  memberdayakan sumber daya manusia yang ahli dalam Ilmu Agama Islam, beriman, dan bertakwa.

Sejalan dengan itu, sebagai wujud tanggungjawabnya, STAINU Kebumen baru saja meresmikan program pascasarjana (S2). Peresemian Program Pascasarjana dilakukan di gedung baru Pascasarjana STAINU Kebumen dengan cara mujahadah bersama (Selasa, 5 Februari 2013). Peresmian dihadiri oleh para Alim ‘Ulama, petinggi kampus, dosen dan karyawan serta sejumlah pejabat pemerintahan Kabupaten Kebumen.
Program Pascasarjana ini merupakan jenjang pendidikan formal yang bertujuan memberikan kesempatan bagi para sarjana yang ingin meningkatkan kapasitas keilmuannya. Ijin operasional program pascasarjana ini berdasarkan SK. Dirjend Pendidikan Islam Nomor 2744 Tahun 2012. Adapun program studi yang ada yaitu Menejemen Pendidikan Islam.

Keberadaan program pascasarjana ini, semakin memantapkan visi misi STAINU Kebumen sebagai Perguruan Tinggi Islam yang bergerak dalam bidang pengembangan keislaman dan keilmuan yang kontributif bagi khazanah peradaban. Harapannya, program pascasarjana ini mampu menjadi program pascasarjana yang unggul dan terkemuka dalam pemaduan dan pengembangan studi keislaman dan keilmuan bagi kemajuan peradaban.

Ditengah menggiatnya gejolak pemahaman (great debate) positivisme dan postmodernisme, merupakan langkah tepat bagi STAINU Kebumen saat ini membuka program pascasarjana (S2). Tidak lain, untuk meng-counter (menangkal) terhadap pemahaman-pemahaman nilai yang beredar bebas di masyarakat yang dapat mengancam degradasi moral bangsa serta  nilai-nilai tradisi lokal.

Dengan demikian, STAINU Kebumen sebagai kampus yang berada di daerah, mau tidak mau harus mempersiapakan diri untuk berdiri sejajar dengan kampus lain yang sudah maju, untuk berjuang bersama mengisi cita-cita kemerdekaan Republik Indonesia yaitu memajukan kesejahteraan dan mencerdaskan kehidupan bangsa. (La)  Keterangan Lebih Lengkap Klik Aja Ini Kawan

Peranan Anak Muda 2013-2014

SuaraMuda-menjelang 2013-2014 peranan anak muda  mulai di ramekan dari berbagai komontas, sayap, dan juga atas nama geraan sosial yang di lakukan oleh beberapa kepentingan golongan, lembaga dan individu, untuk mencapai sebuah cinta-cinta dan perubahan negri ini denagn peranan suara muda mejenlang 2014 nantinya.

bukanhanya dari media lokal maupun media nasional yang mengabarkan sebuah peranan atau organisasi, lembagaan yang di pimpin oleh peranan anak muda sebagai mbel-mbel suara mudan atau pernan anak muda yang akan mengubah dan menjadi tiang perubahan bangsa atau perubahan sebuah tatan negeri ini. saya sebagi kaum muda yang masih menpertanya apa bener sesuatu yang di pimpin oleh peranan anak muda akan menbawa perubahan dari diri sendiri maupau perubahan untuk orang banyak.

persainga menbuat sebuah organisasi dan kelembagaan kali ini sudah mulai rame di tatanan lokal maupun tatanan nasional. yang terus berkembang untuk katanya untuk kepentingan perubahan, kalo  di amati dengan seksama dari tauhun-ketahun pernan suara muda sudah ada, tapi apa yang berubah, yang di gembor-gemborkan dengan sejarah sumpah pemuda sebagai rujukan dan pancingan suara muda yang bisa mengubah perubahan bangsa.

memangan benar perubahan bangsa di rubah oleh zamanya sukarno dan peranan pemuda waktu itu, tapi kali ini pernan pemuda banyak di nodai kepentingan golongan dan individu sebagi atsa namaya perubahan, tampa   melihat flesbek kembali perjuanga para pemuda di zaman sukarno hata. seperti apa perubaan yang di lakukan oleh peranan pemuda bangsa pada wakt itu dalam pembentukan dan gerkan yang di lakukan untuk perubahn bangsa ini.

peranan yang di lakukan para pemuda perubahan suekarno bukan hanya di bentu dengan waktu yang cepat dan instan dalam merumuskan perubahan perana perubahan juga dengan melakukan perananperubahan murni tampa ada kepentingan golongan dan kepentingan individu tapi untuk kepentingan semua bangsa negri ini.

kalo bilang kali ini peranan pemuda yang di bentuk dengan nama mbel-mbel peranan pemuda sebagai ujung perubahan, untuk merumaskan tujuan, misi, visi dan plening perubahan hanya gebrakan saja tampa ada kaderisasi dan flebek sejarah pernan pemuda masa perjuangan. hanya mengunakan kepentingan tujuan mencapai kepentingan golongan dan individu pada ahirnya.

Apala lagi di masa kini bilang pemuda banyak hal yang perlu kita lakukan dan evaluasi dalam gerkanya dan pemuda bangsa ini yang di cepit dengan ekonomi, serangan globalisai, dan pergaulan pemuda yang tak bisa di batasi lagi oleh orang tua saudra, karena sudah di hapakan dengan kemajuan zaman yang serba cangih dan serba bisa untuk di lakukan.

Kita bisa lihat banyak pemuda sudah tak mengenal budaya lokal, kearifan lokal dan kekayaan lokal yang lutur di pengaruhi pergaulan budaya luar yang semakin  luntur telanan waktu. apa lagi bilang budaya sopan satun pada orang lebih tua sudah mulai hilang, apa lagi seorang pemuda bilang dasar-dasar negara yang tercamtungm di pacasila sudah tak mengena atau hafal isi butir-butirnya. bagaimana peranan suara muda kalao butir-butir pancasila engga paham atau tau.

apa yang bisa lakukan adalah bagaimana peranan pemuda akan sadar pentinganya budaya lokal , kearifan lokal untuk di perdalam  dan terus di uri-uri sebagai kekayaan dan karakter bangsa yang berbada-beda tetap satu dan untuh.  untuk meperkuat karekter bangsa sebagi simbol perjuangan nenek para bahlawan negri ini. ... salam perubahan dan salam cinta budaya  lokal. (bram)

"Orang Miskin Dilarang Jadi Peminpin


Sudah lama kita dirusak oleh neolib pemilu, baik presiden, pilkada, legsilatif. Rumusnya yang menang pasti yang punya uang, yang menang pasti punya kekuatan di luar kekuatan moral. Rumusnya lagi " Orang pintar, miskin dan bermoral " tidak jadi apa-apa, apalagi menjadi pemimpin atau penguasa.susah bro....
Jika ingat, Sejak pasca kemerdekaan  45 kemenangan proklamtor kita menang karena menang sebuah perjuangan suci merah putih dari imperalisme. kemenangan kita adalah semangat 

bersama untuk tujuan bersama dengan cara berjuang bersama, menata bersam dan menang bersama.
Beda di jaman pasar bebas (neoliberal jilid 2) ini, pilihan ketua RT, RW, Kadus, Pilkades, Pilkada, legislatif, Gubernur, Presiden. " pelaksanaan demokrasi" nyata-nyata milik para punya uang, milik para orang kaya, milik para berduit. sementara itu orang miskin jelata hanya jadi ATM demokrasi pemilu, ketika mereka berkuasa hanya jadi penonton demokrasi.

Lebih-lebih sekarang 99 persen pemenang demokrasi uang ini, dipastikan karena faktor uang, dan kekuatan kekuasaan materi. dan dipastikan mereka orang penguasa itu pasti 99 persen penguasa pasti korupsi. siapa lagi yang menolong demokrasi kita. demokrasi orang miskin seperti kita ini.apakah kita diam? apakah jadi komentator para pejabat korup? apa kita tetap menjadi korban kekuasaan dan tumbal kekuasaan.

Memang pusing, terkadang mikir bangsa kita, desa kita dan wilayah kita dimana kita kerja, semua berbau korup permanen. Jangan-jangan ga usah di pikirin tambah pusing, tapi seandianya tidak dipikir  malah bangsa kita, negara kita, kota kita, tempat kerja kita " tambah para" tambah banyak ketimpangan, kerusakan moral. lain.
Wah..  jadi cerita pengalaman  nih, ceritanya begini," penulis ikut Sarasehan , "Merancang UU Pilkades Menuju Goodgovernance "di kota kami Kebumen Jawa tengh," intinya hasilSarasehan pengunduran pelaksanaan 403 desa di kab. kebumen, dengan PEMDES atas desakan peserta seminar yang dilaksanakan di pendopo, akhirnya di undur 1 bulan dari waktu yang di tetapkan.
Kemudian saya seminggu seetelah seminar, "saya saking marahnya dengan UU pilkades, dan tahu kita sudah mati karena jelas" yang punya uang yang jadi" yang kaya jadi penguasa, yang miskin jadi penonton", tepatnya pada Juli tanggalnya 25 tahun 2007, waktu itu umur 26 tahun. Penulsi maju pilihan kepala desa   di desa Kedawung, Pejagoan, Kebumen, Jawa tengah.

Pilkades  diikuti oleh 8 calon. hampir semua pewakilan RW  yang berjumlah 8 RW maju semua, (kaya pertandingan sepakbola). 2 hari setelah itu saya di warung angkring (bayan, Kalten) di pinggir jalan ahm Yani kebumen") diskusi kebangsaan, pemetaan UU pilkades, rencana pembangunan gagal kebumen. terus juga imbas dari pelaksanaan pilkades yang curang dan pasti muwur. (money politic)

Jam 10 paginya, saya ke balaidesa kedawung, mendaftar pilkades kepada ketua Panitia Bapak Ambar Sugito dari anggota DPR D Kebumen F.Golkar. (bapak Ambar tinggal di RW 3 Kedawung). Kemudian saya menolak   tawaran dan ketua panitia tarikan 1 juta agar bisa mendaftatr Calon bakal Kades, kemudian saya juga tetap harus bayar, (padahal saya punya uang 10 ribu untuk makan).
Akhirnya saya mencari wartawan, dan ketemu waratwab RatihTV  Kebumen (.TV LOKAL) di halaman Sekda Kebumen. "saya minta di wawancarai wartawan, ". di desaku ada indikasi korupsi di Pilkades Kedawung, Pejagoan, Kebumen, Jawa Tengah. Dalam statemen dihadapan wartawan" saya mengantar padahal  UU pilkades th 2007 cacat hukum. karena  tidak tegas dan merugikan orang miskin, "siapapun boleh mendaftar, mencalonkan diri tanpa di minta uang pendafatar"/

Alasan panitia menarik 8 bakal calon kades untuk biaya sewa tarub, untuk biaya batik, makan, dan TPS. padahal saya dapat info dari Fras Haidar  PEMDES Kab, Kebumen (sekarang ketua BKDD), katanya setiap desa yang menyelenggaran Pilkades di beri uang 8 juta kepada panitia Pilkades". . aku berpikir " memang penguasa kalau bukan mencari kesempatan bukan penguas.  ...Gila bener UU  politik kita... !!                                                                                              
bersambung......oleh eko wahyudi lengkapnya

Kemerdekaan adalah harga mati Untuk Pahlawan Negri ini


Untuk setiap bangsa, dan kebanyakan dari setiap Bangsa dalam memperoleh Kemerdekaan salah satunya adalah Melaui Perjuangan yang panjang dan penuh banyak penggorbanan dari Jiwa, Raga dan Materi, dan mungkin lain dengan kita ini karena tidak perlu Berjuang mati-matian untuk Kemerdekaan Negara ini dan Kita hanya memikirkan bagaimana mempertahankan Kemerdekaan ini dari Kolonialis Modern,...dan kami akan Menuangkan dalam sebuah kata-kata dalam Sebuah bingkisan  Kumpulan Puisi Kemerdekaan dan Perjuangan Terbaru.

Tanah Indonesia
Begitu banyak keindahan
Hutan, gunung, dan lautan
Itulah alam indonesia
Surga di tanah khatulistiwa
Akan tetapi……
Banyak tangan jahil
Yang tak bertanggung jawab
Yang merusak keindahanmu
Hutan, gunung, dan lautan
Janganlah kau hilang
Tetaplah di tanah Indonesia
Menjaga indonesia
Hutan, gunung, dan lautan
Kaulah indonesiaku
Tanah kelahiranku
Tanah tercinta, oh Indonesia

Pahlawan
Oh, pahlawan
Engakulah yang melindungi bangsa
Tiada engkau, tiada kebebasan
Karenamu bangsa bebas dari penjajah 
Sekarang tiada engkau lagi
Dan bangsa harus tetap bersatu
Ku akan merindukanmu selalu
Karena namamu tetap harum menyatu di kalbu

Gerakan PMII Tidak Mau Terjebak Ke Ranah Politik Kepentingan


KEBUMEN, Gerakan Pemuda adalah gerakan yang energik, penuh dengan kesemangatan, dan yang lebih penting idealisme  mendominasi. Ketika Gerakan PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) tergabung dengan Aliansi Masyarakat Marginal (20/3) telah diterima, masuk ruang sidang Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD)Kebumen, dan diterima oleh Ketua Dewan Ir. Budi Hianto Susanto terkait dengan penolakan kenaikan BBM, juga hadir pula beberapa anggota dewan yang lain dari Fraksi Golkar, dan Fraksi PPP. Suasa cukup tegang, karena para mahasiswa terus meneriakan yel-yel tolak BBM naik, dan beberapa kali melantunkan lagu kebangsaan yang telah mereka gubah dengan cara mereka sendiri dengan lirik lagu pemerintahan sekarang tidak berkeadilan, liberalis, serta hanya menindas rakyat bawah. Suasana agak sedikit mereda ketika ada komentar dari ketua Dewan DPRD Kebumen, diapun turun dari podium dewan langsung turun kebawah membaur dengan para pendemo.” Akan kami perjuangkan ke DPRRI Pusat , Kami sepakat dan sependapat dengan para adik-adik pendemo, bahwa kami menolak atas kenaikan BBM sekarang, karena implikasinya akan jelas mempengaruhi segala aspek ekonomi secara Nasional, dan masyarakat miskin akan lebih sengsara lagi, masyarakat kita akan seperti apa kedepan, sekarang saja sudah susah, akan lebih dibaut susah lagi.”Katanya.
Kemudian disusul lagi anggota dewan yang lain Muhsinun dari Fraksi PPP.”Kami juga sependapat menolak kenaikan BBM sekarang, politik pemerintahan sekarang kalau saya bilang, politik Liberalisme dan cenderung  skularisme,  mudah-mudahan BBM tidak jadi naik.”Katanya.
Namun ternyata dari semua dukungan baik ketua Dewan maupun anggota Dewan yang lainnya, mereka akan memperjuangkan hingga ke tingkat pusat, karena bagi PDIP maupun PPP sudah ada intruksi dari pusat untuk dengan tegas menolak atas kenaikan BBM, hingga ke kader-kader yang paling bawah.
Sontak pimpinan demo Maulana Abdulloh, memotong pembicaraan Dewan .”Intruksi-intruksi ! Kami datang menghadap ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Kebumen, jadi jangan bicara soal Fraksi dan kepartaian, tempat ini ruang sidang dewan yang terhormat, harus berbicara atasama dewan bukan atas nama fraksi dan partai, kami tidak minta kesepakatan dengan PDIP atau PPP. Kami hanya minta kesepakatan dengan DPRD Kabupaten Kebumen”Ujarnya.
karena baik ketua dewan dan beberapa anggota dewan yang lainya ngga ada yang mau berbicara dan mendukung atas nama dewan DPRD Kabupaten Kebumen, akhirnya dengan lantang pendemo membubarkan diri dengan nada.”Kami kecewa, dan akan terus bikin gerakan hingga BBM tidak lagi dinaikan

DAFTAR NAMA WARGA PENYANDANG CACAT

 Kebumen Jawa Tengah Lebih Lengkap Seputar Kebumen Klik di sisni

No
Nama Penyandang Cacat
   L / P
Usia
Jenis Kecacatan
Nama
Alamat Wali
KK
Wali
1
2
3
4
5
6
7
8
1
SARTIYAH
P
20 Tahun
Tuna Wicara
NGARSIS
NGARSIS
Wadasmalang Rt.02 Rw.01
2
MUHSIN
L
32 Tahun
Tuna Wicara
KIYAMAH
KIYAMAH
Wadasmalang Rt.05 Rw.01
3
SITI ROHMAH
P
16 Tahun
Tuna Wicara
A NASIR MUSTOFA
A NASIR MUSTOFA
Wadasmalang Rt.05 Rw.01
4
ARIF NURILHAM
L
10 Tahun
Tuna Wicara
PRAYITNO
PRAYITNO
Wadasmalang Rt.06 Rw.01
5
DEVAL JUANA PUTRA 
L
2 Tahun
Tuna Wicara
SIMUN
SIMUN
Wadasmalang Rt.06 Rw.01
6
LEBUH
P
29 Tahun
Tuna Wicara
HARIYANTO
SUGIONO
Wadasmalang Rt.08 Rw.01
7
MOHAMAD YASIR
L
12 Tahun
Tuna Wicara
PARTOMO
PARTOMO
Wadasmalang Rt.01 Rw.02
8
SUWARNO
L
55 Tahun
Lumpuh
SUWARNO
MADMARSO
Wadasmalang Rt.01 Rw.02
9
ISNAENI
P
12 Tahun
Tuna Wicara
SARJANI
SARJANI
Wadasmalang Rt.02 Rw.02
10
FAHIROH
P
21 Tahun
Tuna Wicara
SOLIHUN
SOLIHUN
Wadasmalang Rt.03 Rw.02
11
SLAMET
L
47 Tahun
Tuna Wicara
MADPARLAN
MADPARLAN
Wadasmalang Rt.04 Rw.02
12
ADMUN
L
39 Tahun
Tuna Wicara
MADPARLAN
MADPARLAN
Wadasmalang Rt.04 Rw.02
13
MUSIRON
L
29 Tahun
Tuna Wicara
MUNTINAH
SODIKIN
Wadasmalang Rt.02 Rw.03
14
AHMAD MUNAJAT
L
12 Tahun
Tuna Wicara
SUTIRTO
SUTIRTO
Wadasmalang Rt.03 Rw.03
15
MIFTAHURROHMAH
P
21 Tahun
Tuna Wicara
WARSO
WARSO
Wadasmalang Rt.04 Rw.03
16
FATHUROHMAN
L
70 Tahun
Tuna Netra
FATHUROHMAN
KASMAREJA
Wadasmalang Rt.01 Rw.04
17
MARINEM
P
76 Tahun
Kedua Tangan Tidak Berfungsi
FATHUROHMAN
DREPA
Wadasmalang Rt.01 Rw.04
18
DANIYEM
P
81 Tahun
Lumpuh
AHMAD WAHYUDI
SANREPINGI
Wadasmalang Rt.02 Rw.04
19
KANEM
P
66 Tahun
Tuna Wicara
KANEM
SANGUMAR
Wadasmalang Rt.02 Rw.05
20
KINEM
P
63 Tahun
Tuna Wicara
KANEM
SANGUMAR
Wadasmalang Rt.02 Rw.05
21
SARI
P
45 Tahun
Tuna Netra
MUNDIKROMO
KASTAREJA
Wadasmalang Rt.03 Rw.05
22
TIAH PRISTIANI
P
8 Tahun
Lumpuh
KARTONO
SUROSO
Wadasmalang Rt.03 Rw.05
23
ROHANI
L
71 Tahun
Lumpuh & Tuna Netra
ROHANI
MADISLAM
Wadasmalang Rt.04 Rw.06
24
SLAMET KURNIAWAN
L
23 Tahun
Lumpuh & Tuna Wicara
SUWARTO
SUWARTO
Wadasmalang Rt.04 Rw.06
25
DAIS
L
3 Tahun
Lumpuh
KADA
KADA
Wadasmalang Rt.04 Rw.06
26
DULWASIS
L
74 Tahun
Lumpuh
DULWASIS
KASTANOM
Wadasmalang Rt.04 Rw.06
27
MUKRIYAH
P
93 Tahun
Lumpuh
MUKRIYAH
MURAIS
Wadasmalang Rt.04 Rw.06
28
SUKARNO
L
70 Tahun
Lumpuh
SUKARNO
KADIWIRYA
Wadasmalang Rt.05 Rw.06
29
MARJONO
L
81 Tahun
Tuna Netra
MARJONO
SANREJA
Wadasmalang Rt.05 Rw.06
30
KARTAMA
L
73 Tahun
Tuna Netra
KARTAMA
MAJASI
Wadasmalang Rt.05 Rw.06
31
LANEM
P
66 Tahun
Tuna Netra
MURSI
SAMIARJA
Wadasmalang Rt.05 Rw.06
32
RUSDI
L
85 Tahun
Tuna Netra
RUSDI
MADRUSMAN
Wadasmalang Rt.01 Rw.07
33
SENDI SAPUTRA
L
5 Tahun
Tuna Wicara
SODIKIN
SODIKIN
Wadasmalang Rt.01 Rw.07
34
NASIKHUN AMINUDIN
L
11 Tahun
Lumpuh, Tuna Netra, Tuna Wicara, Tuna Rungu
KODAR BASUKI
KODAR BASUKI
Wadasmalang Rt.01 Rw.07
35
MARTAREJA
L
77 Tahun
Lumpuh
MARTAREJA
KETADIKRAMA
Wadasmalang Rt.01 Rw.07
36
PURWADI / KASUM
L
56 Tahun
Lumpuh
PURWADI / KASUM
DULSALAM
Wadasmalang Rt.01 Rw.08
37
WASIMIN
L
24 Tahun
Tuna Netra
WASIMIN
SARKONI
Wadasmalang Rt.01 Rw.09
38
DAFIT MUFIYAN
L
11 Tahun
Kedua Tangan Tidak Berfungsi
AMIRUDIN
AMIRUDIN
Wadasmalang Rt.01 Rw.09
39
MUNASEH
L
54 Tahun
Lumpuh
MUNASEH
KARNAWI
Wadasmalang Rt.01 Rw.09
40
BOYEM
P
81 Tahun
Tuna Netra
S.MADWARNI
NAWAWIKRAMA
Wadasmalang Rt.02 Rw.09
41
HENI FITRIANA
P
11 Tahun
Tuna Wicara
TURYANTO
TURYANTO
Wadasmalang Rt.02 Rw.09
















Wadasmalang, 31 Mei 2011
 

.

Support : Creating Website | bahrun grup | simponi
Copyright © 2011. Suara Muda Kebumen - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by cs
Proudly powered by Blogger